Laporkan Masalah

KAJIAN PENGARUH PEMBANGUNAN PLTMH TERHADAP USAHA PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (STUDI KASUS: SUNGAI MERAWU, DESA GIRITIRTA)

DWI PRIAKUSUMA, Prof. Dr. Ir. Bambang Yulistiyanto; Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Pesatnya pertumbuhan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan air yang pesat juga. Hal tersebut harus diprediksi serta direncanakan pengelolaannya dengan baik. Usaha pemenuhan kebutuhan air banyak menggunakan air permukaan, mengingat kemudahan dalam pemanfaatan serta ketersediaannya dianggap masih melimpah (Hanafi, 2012). Namun demikian, berdasarkan data BMKG tahun 2014, ketersediaan air pulau Jawa berada dalam kondisi kritis. Fenomena tersebut mendasari dilakukannya penelitian mengenai imbangan air pada area yang kecil serta proyeksinya dengan perkembangan kebutuhan air. Analisis ketersediaan air dilakukan dengan mengalihragamkan hujan menjadi aliran menggunakan metode Mock modifikasi. Analisis kebutuhan air dilakukan dengan menghitung kebutuhan domestik, irigasi, peternakan dan perikanan. Pengambilan data primer juga dilakukan untuk memperoleh parameter penelitian lebih akurat, data yang diambil adalah pengukuran debit sesaat, survei pola tanam dan penggunaan air aktual dalam keseharian masyarakat. Hasil analisis kebutuhan dan ketersediaan air kemudian dibandingkan untuk mendapatkan imbangan air. Proyeksi statistik terhadap ketersediaan dan kebutuhan air dilakukan untuk mengetahui pergerakan imbangan air hingga tahun 2030. Hasil penelitian menunjukkan surplus air sepanjang tahun, surplus minimum 0,053 m3/s terjadi pada bulan Agustus, maksimum 3,094 m3/s pada bulan April. Menimbang pada kebutuhan pasokan PLTMH, disarankan untuk menunda awal masa tanam dibulan September, sehingga terdapat 203 lt/s yang dapat dialokasikan untuk PLTMH

Rapid population growth encourages a rapid increase in water demand. This should be predicted and well managed. Majority of the water supply is using surface water, due to the usability and water availability which is consider abundant as stated by Hanafi (2012). However, based on data from BMKG (2014), water availability in Java islands is in critical condition. This research was done based on this phenomenon to know the water balance in a small area and its projection with the increase of water demand. Analysis of water availability was done by using modified Mock Model, which is one of rainfall-runoff transformation methods. Water demand analysis was done by predicting domestic consumption, irrigation, farms and fisheries. Primary data was collected for a detail research parameter, such as instantaneous discharge measure, plantation system survey and public daily actual water usage. Then, analysis results of water demand and the water availability were compared to obtain the water balance. Statistical projections on the water availability and water demand were done to know the change of water balance until the end of year 2030. The results showed a surplus of water along the existing year, a minimum surplus of 0.053 m3/s occurred in August, while a maximum of 3,094 m3/s in April. Considering the demand of the PLTMH, sugested to postpone the start of the planting season in September, so that there is 203 lt/s of water to be allocated on the PLTMH.

Kata Kunci : Mock, waterbalance, statistical projections