Laporkan Masalah

RELASI GENDER DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA SEKTOR PANGAN DI KABUPATEN MALAKA NUSA TENGGARA TIMUR

THENY I. B. K. PAH , Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si

2016 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan Publik

Berbagai cara dalam merespon bahaya akan bencana merupakan upaya dari setiap orang, komunitas, masyarakat maupun pemerintah. Begitu juga dengan masyarakat kabupaten Malaka yang secara periodik diterjang bencana banjir dan kekeringan akibat perubahan iklim. Keterbatasan pangan membuat masyarakat harus menyesuaikan diri demi keberlangsungan hidup. Peran, relasi sosial, tanggung jawab dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan juga dapat berubah ketika berusaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan tersebut sebagai akibat perubahan iklim. Teknik analisis yang digunakan dalam mengolah data dan menganalisis dampak perubahan iklim dalam penelitian ini adalah teknik Analisis Gender Harvard dengan pendekatan kualitatif terhadap tiga pola produksi pangan (produksi, distribusi dan konsumsi) yang terjadi pada tiga daerah bencana di Kabupaten Malaka. Budaya matriaki yang dianut oleh masyarakat Malaka dan lingkungan geografis yang sering terkena bencana berpengaruh dalam pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan. Perempuanlah yang paling banyak melakukan aktivitas, serta lebih dapat mengakses dan mengontrol hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan praksis gender. Namun hal ini juga yang menjadikan perempuan berada dalam posisi yang rentan karena beban yang dipikulnya untuk mengatur ketersediaan pangan dalam keluarga agar tetap harus dapat terpenuhi dikala bencana terjadi. Laki-laki juga merasakan ketidakadilan gender karena laki-laki hanya terlibat dalam proses produksi pangan. Akses dan kontrol yang hanya sebatas pada pola produksi saja menempatkan laki-laki lebih didominasi oleh perempuan.

The various ways to respond to the danger of disaster is an effort of every person, community, society and government. Likewise with the district community Malaka that periodically hit by floods and droughts caused by climate change. Lack of food makes people have to adjust for the sake of survival. Roles, social relationships, responsibilities and division of labor between men and women also can change when trying to meet the needs of such food as a result of climate change. The analysis technique used in processing the data and analyze the impacts of climate change in this study is the technique Harvard Gender Analysis by qualitative approach towards the three patterns of food production (production, distribution and consumption) that occurs in the three affected areas in the district of Malaka. Matriarchal culture that embraced by the people at Malaka and geographical environment often affected influential in the division of labor between men and women. It is women who most activities, as well as be able to access and control over matters relating to the practical needs of gender. But it also makes the women are in a vulnerable position because of the burden of assuming to regulate the availability of food in the family that still must be met dikala disaster occurs. Men also feel the injustice of gender because only men involved in the food production process. Access and control was limited to the production pattern just put men more dominated by women.

Kata Kunci : Disaster, Gender Analysis Technique Harvard, Culture Matriarchy, Gender Inequality.

  1. S2-2016-354889-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354889-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354889-title.pdf