UPAYA PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS PERAWATAN DIRI ANAK TUNA GRAHITA DI KABUPATEN PONOROGO JAWA TIMUR
ELMIE MUFTIANA, Prof. dr. Sunartini, Sp.A (K).,Ph.D.; Purwanta, S.Kp., M.Kes.
2016 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Perawatan diri anak tunagrahita layak mendapatkan perhatian yang lebih dari keluarga. Keluarga hendaknya turut ambil bagian dalam kegiatan perawatan diri pada anak tunagrahita sehingga mereka tidak akan jatuh dalam kondisi deficit self care. Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka perlu adanya sebuah upaya pemberdayaan pada keluarga agar aktivitas perawatan diri anak tunagrahita dapat meningkat menjadi lebih baik Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan aktivitas perawatan diri anak tuna grahita di SLB Pertiwi Ponorogo. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Pre-Post Test Desaign. Teknik sampling yang digunakan adalah populasi terjangkau dengan mengambil responden sejumlah 52 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi sedangkan analisis data menggunakan Paired T-Test, Wilcoxon, Kruskall-Wallis, Mann-Whitney dan Spermans rho. Hasil: Terdapat perbedaan aktivitas keluarga dalam melakukan perawatan diri pada anak tunagrahita dan aktivitas perawatan diri anak tunagrahita sebelum dan sesudah pemberdayaan pada semua kelompok dengan nilai p <0,05. Pada keluarga terdapat perbedaan antar kelompok pada aktivitas berpakaian/berhias (p=0,038)sedangkan pada anak terdapat perbedaan antar kelompok pada aktivitas mandi (p=0,000), makan (p=0,011) dan toileting (p=0,034). Aktivitas keluarga dalam melakukan perawatan diri pada anak tunagrahita mempunyai korelasi yang bermakna dengan aktivitas perawatan diri anak tunagrahita pada kegiatan mandi dan kegiatan berpakain/berhias dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Pemberdayaan yang diberikan keluarga, baik pelatihan, pendampingan maupun pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan aktivitas perawatan diri anak tunagrahita.
Background: Child of Intelectual Disability care deserves more attention from the family. Families should take part in the activities of self-care for children with intellectual disability they will not fall in a state of self-care deficit. In connection with the above, the need for an effort to empower the family to self-care activities intellectual disabilitis children can be increased to better Objective: This study aimed to determine whether the family empowerment can enhance self-care activities of intellectual disability children in special schools Pertiwi Ponorogo. Methods: This study design using Pre-Experimental Pre-Post Test Design. The sampling technique used is an affordable populations by taking a number of respondents 52 people. The research instrument using observation sheet while data analysis using Paired T-Test, Wilcoxon, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney and Spearman-rho. Results: There were differences in the activity of the family in performing selfcare for children with intellectual disability and self-care activities children with intellectual disability before and after the empowerment of all groups with p <0.05. In the family there is a difference between groups in the activity of dressing / make up (p = 0.038) whereas children there is a difference between groups in the shower activity (p = 0.000), eating (p = 0.011), and toileting (p = 0.034). Family activity in performing self-care on children with intellectual disability have significant correlation with self-care activities children with intellectual disability in bathing activities and events dressing/make up with a value of p = 0.000. Conclusion: Empowerment good family with training, mentoring and both can increase the intellectual disability child's self-care activities.
Kata Kunci : Empowerment, Family, SelfCare, Intellectual Disability Children