Laporkan Masalah

PENGARUH PELATIHAN MEDIS TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT PROFESI DALAM MELAKUKAN SKRINING KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP WANITA

RIZKI WIKANTYASNING, dr. Shinta Prawitasari, M.Kes,Sp.OG(K); dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Secara epidemiologi, angka kekerasan terhadap wanita di dunia masih terbilang tinggi. Data yang diperoleh dari WHO pada tahun 2013, satu dari tiga wanita di seluruh dunia menjadi korban kekerasan fisik ataupun kekerasan seksual. Di Indonesia, kasus kekerasan terhadap wanita dianggap dalam kondisi genting. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kasus tindak kekerasan terhadap wanita dengan tajam sejak tahun 2004 hingga 2014. Banyak wanita yang tidak mampu atau tidak berani menceritakan pengalaman kekerasan yang dialaminya atau bahkan melaporkan kekerasan yang dialami. Dokter memiliki peran yang penting karena merupakan institusi yang pertama kali bertemu dengan korban kekerasan sehingga kemampuan dalam skrining kekerasan seksual wajib untuk dimiliki. Dibutuhkan pelatihan yang teruji efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan dokter dalam melakukan skrining kekerasan seksual. Tujuan: Menentukan pengaruh pelatihan terhadap keterampilan mahasiswa kedokteran tingkat profesi dalam melakukan skrining kekerasan seksual pada wanita. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimentalnon-randomized post-test controlled. Subjek dibagi menjadi kelompok uji (n=26) yang mendapatkan pelatihan berdasarkan modul dan kelompok kontrol(n=26) yang diberi leaflet. Subjek kemudian dinilai keterampilannya menggunakan checklist dalam role-play. Hasil: Terdapat peningkatan nilai rata-rata uji keterampilan OSCE skrining kekerasan seksual pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol sebesar 24,35% dengan tingkat kemaknaan 0,000 (p<0,05).

Background: Epidemiologically, the rate of violence against women in the world isstill fairly high. Data acquired from WHO in 2013 showed that, one in every three women in the worldwide are victim of physical assault or sexual abuse. In Indonesia, the cases of violence against women are considered at critical condition. This is due to the increasing cases of violence against women sharply from 2004 to 2014. Many women in Indonesia still unaware or do not have any courage to share the experience of violence they had experienced or even reported to the police. Physicians have an important role because it is an institution that is first met with victims of violence so that the ability of the screening of sexual violence is a must. Proven-effectiveness-training is needed in improving the skills of doctors in screening for sexual assault. Goals: Determine the effect of training on the level of professional skills of medical students in the screening of sexual assault on women. Method: The study used a quasi-experimental design non-randomized controlled post-test. Subjects were divided into test group (n = 26) who received training based module and a control group (n = 26) were given a leaflet. Subjects then rated their skills using the checklist in the role-play. Results: There is an increase in the average value of OSCE examination in the experiment group compared to the control group at 24.35% with a significance level of 0.000 (p <0.05).

Kata Kunci : Kekerasan, kekerasan terhadap wanita, kekerasan seksual terhadap wanita, skrining, skrining kekerasan seksual.