STRATEGI PEMASARAN SISTEM INFORMASI DALAM UNIT PELAYANAN INFORMASI DAN KELUHAN (SI UPIK) KOTA YOGYAKRTA
YAZID, Dr. Ratminto, MPA
2015 | Tesis | S2 Administrasi PublikSistem informasi dalam unit pelayanan informasi dan keluhan kota Yogyakarta merupakan salah satu terobosan dalam sistem manajemen pelayanan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. keluhan atau kritikan terhadap kinerja pemerintah. UPIK dibentuk dengan dilandasi tiga persoalan, yaitu: 1) Tidak semua warga masyarakat mengetahui saluran pengaduan yang dapat dipergunakan secara mudah, 2) Adanya hambatan waktu bertemu antara rakyat dengan pejabat atau penguasa, dan 3) Adanya rasa takut dan sungkan untuk mengadukan keluhan diantara masyarakat. Maka UPIK diharapkan akan bisa menampung seluruh aspirasi, keluhan, saran, kritik dan informasi Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, penelitian ini berupaya menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah kota Yogyakarta dalam Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pemasaran dalam sektor publik sangat mendukung untuk berjalan program atau berhasilnya program yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pada SI UPIK kota Yogyakarta bauran pemasaran/marketing mix tidak semua berjalan maksimal. Pada indikator product, price, promotion dan prosess telah optimal dikarenakan pada product UPIK didesain simple dan khusus sehingga masyarakat mudah untuk menggunakannya, nama/merek yang mudah diingat, pada indikator price penetepannya berdasarkan lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pada indikator promotion menggunakan berbagai media dan berbagai cara yaitu promosi yang dilakukan secara individu oleh setiap SKPD berserta stafnya dan seluruh pihak kecamatan, dilakukan juga dengan cara pembagian 4000 stiker gartis, menempelkan diseluruh rumah yang berada di kota Yogyakarta dan melakukan seminar secara terbuka pada setiap kecamatan, pada indikator prosess telah melakukan tugas sesuai dengan prosedural yang terdapat pada peraturan wali kota Yogyakarta nomor 77 tahun 2009 tentang pelayanan informasi dan keluhan UPIK kota Yogyakarta pada bagian ke 4 pasal 12.13 dan 14 Namun pada indikator place and people belum optimal dikarenakan pada indikator place belum adanya server pada tingkat kelurahan sehingga pemberian respon membutuhkan waktu relatif lama. Pada indikator people kurangnyaa pengetahuan sehingga sering terjadi kesalahan pengiriman oleh operator ke SKPD
Information systems in the information services unit and complaints Yogyakarta is one of the breakthroughs in the service management system conducted by the City of Yogyakarta. complaints or criticism of government performance. Upik formed with based on three issues, namely: 1) Not all citizens know the complaint channels that can be used easily, 2) existence of barriers of time meeting between the people and officials or authorities, and 3) The presence of fear and hesitate to complain complaint among people , Upik then expected to be able to accommodate all the aspirations, concerns, suggestions, criticisms and information This study used a qualitative approach using data collection through interviews, observation and documentation study. This study attempts to analyze the marketing strategy undertaken by the city of Yogyakarta in Unit Information Service and Complaint These results indicate that the marketing strategy in the public sector is very supportive to run programs or the success of the program issued by the government. In the city of Yogyakarta SI Upik marketing mix / marketing mix are not all running optimally. On the indicator product, price, promotion and prosess been optimal because, in product Upik designed simple and specific so that people are easy to use, the name / brand that is easy to remember, the indicator price stipulation based on the environment and in accordance with the needs of society, the indicator promotion using various media and the various ways that the campaign carried out individually by each SKPD along with his staff and all the districts, carried out with the distribution of stickers for free and put it home residents and conduct an open seminar in each sub-district, the indicator-process, have to do in accordance with the procedural contained in regulations mayor of Yogyakarta number 77 of 2009 on the service information and complaints Upik city of Yogyakarta in section 4 of Article 12,13 and 14 However, the indicator place and people not optimal due to the lack of indicators place the server at the village level so that the provision of response requires a relatively long time. Kurangnyaa people on indicators of knowledge so that frequent delivery errors by the operator to SKPD
Kata Kunci : Startegi Pemasaran, SI UPIK, Pelayanan Masyarakat/Marketing Strategy, SI UPIK, Public Service