Keterlibatan Lansia Dalam Program Pemberdayaan Di Komunitas Panti Wreda Hanna Jalan Surokarsan Mergangsan II Yogyakarta
ANSELMUS WAU, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, SU
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Penduduk lansia di provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah adanya peningkatan rasio ketergantungan pada lansia yang akan meningkatkan beban keluarga, masyarakat dan pemerintah. Rasio ketergantungan penduduk lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2010 adalah 19,92 persen. Angka ini menunjukan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 20 orang penduduk lansia di Daerah Instimewa Yogyakarta (BPS 2010). Hal tersebut menunjukan bahwa kota Yogyakarat sudah memasuki era peningkatan kepadatan penduduk terutama lansia. Lansia merupakan masyarakat yang terabaikan dimana mereka akan menjalani diskriminasi ganda yang statusnya sebagai lansia yang mudah rentah dengan berbagai masalah-masalah. Dalam penelitian ini, akan meneliti tentang keterlibatan lansia dalam program pemberdayaan. Dalam pemberdayaan ini perlu adanya aktivitas yang dilakukan oleh lansia dalam panti dan sebagai penguat teori dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori aktivitas (Palmone 1965 dan Leomon 1997:35 dalam Maryam, ed.al, 2008) mengatakan lansia akan merasakan kepuasaan jika melakukan aktivitas serta mempertahankan aktivitas tersebut lebih penting dibandingkan kuantitas dan aktivitas yang dilakukan. Sesuai dengan teori ini maka memperoleh kepuasaan tersebut, semua lanjut usia memiliki aktivitas atau pekerjaan yang mengisi waktu luangnya yang berguna untuk mengantikan kegiatan yang selama ini hilang. Metode peneliti yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif yang mana metode ini akan membantu penelitian untuk mengungkapkan dan menganalisis fakta-fakta yang tersembunyi dibalik fenomena yang terkadang sulit diketahui. Dalam penentuan informan tersebut menggunakan metode gabungan yaitu metode purposive sampling dan snow ball. Ada 15 orang yang akan menjadi informan, terdiri dari 5 orang lansia, 5 orang pengurus panti, 5 pengunjung atau keluarga lansia. Pembahasan mengenai ketelibatan lansia di dalam program pemberdayaan di Panti Wreda Hanna. Lansia juga mejalankan keterlibatannya dalam program yang diberikan oleh pihak panti kepada lansia. Lansia tidak pernah dipaksakan untuk ikut terlibat didalam program panti. Aktivitas ini berfungsi dalam kehidupan lansia untuk melatih fisik, psikis yang selama ini melemah sehingga lansia yang berada di Panti Wreda Hanna ini bisa mengespresikan kegiatannya didalam panti. Supaya para lansia di Panti Wreda Hanna ini bisa mandiri tanpa meminta bantuan orang lain. Oleh karena itu lanjut usia juga harus butuh perhatian terutama dari keluarga dan orang lain disekitarnya, supaya lasia itu tidak merasa dirinya tidak dibuang di panti. Dengan adanya perhatian dari keluarga, lingkungan sosisial dan pemerintah maka lansia yang berada di panti itu sangat betah tinggal dan menetap di panti dengan semangat yang diberikan oleh keluarga lansia sendiri. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan lembaga-lembaga sosial, maka masalah sosial khususnya lansia dapat teratasi dengan berbagai pemberdayaan yang diberikan kepada lansia didalam suatu lembaga pemberdayaan yang sudah ada.
Abstract The elderly in Yogyakarta increase from year to year. One of the causes is the increasing of dependency ratio on the elderly that will increase the burden of the family, community and government. The dependency ratio of the elderly population in Yogyakarta in 2010 was 19.92 percent. This number shows that every 100 people of productive age population should be responsible for about 20 elderly in Yogyakarta (BPS 2010). It shows that Yogyakarta has entered the era of increasing of the population density especially for the elderly. The elderly are neglected communities in which they will undergo a double discrimination as the fragile elderly with various problems. This research examines the involvement of the elderly in the empowerment program. In this empowerment the activities done by the elderly in the nursing home are needed. This research uses the theory of activity (Palmone 1965 and Leomon 1997:35 in Maryam, ed.al, 2008). It says the elderly will get the satisfaction when doing activities while retaining the activity is more important than quantity and the activities conducted. In accordance with this theory to obtain the satisfaction, all of the elderly should have an activity to fill their spare time in order to replace the activities that had been missing. The method used by the researcher is a qualitative method. It helps this research to reveal and analyze the hidden facts behind the phenomena that are sometimes hard to identify. In determining the informant this research uses the combination of purposive sampling and snow ball methods. There are 15 people who will become the informants, consisting of 5 elderly people, 5 of the nursing home's caretaker, and 5 visitors or elderly relatives. The discussion regarding the involvement of the elderly in the empowerment program at nursing home Wreda Hanna is that the elderly also run their involvement in a program provided by the institution to the elderly. Elderly are never forced to get involved in the nursing program. The purpose of this activity to the elderly is to train physically, psychologically which has been weakened so that elderly people who are in Wreda Hanna can express their activities in that home. In order to be independent without the help of others, therefore the elderly should also need attention, especially from the family and other people around them, so they can feel more attention in this nursing home. By accepting the attention from the family, the environment and the government, the elderly can feel comfortable to stay at this home with the spirit given by the elderly' family. With the cooperation between the government and social institutions, the social problems about the elderly can be resolved in various empowerment given to the elderly in the existing empowerment institutions.
Kata Kunci : Keterlibatan, Program Pemberdayaan, Lansia, Aktivitas