Pengukuran Kualitas Kinerja Bongkar Muat Curah Cair dengan Menggunakan Indikator Kinerja Pelabuhan dan Importance Performance Analysis
HEDWIGIS HAYU ARPITA, Rika Fatimah P.L, ST., M.Sc., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 ManajemenKomoditas curah cair memiliki potensi yang besar untuk berkembang di Indonesia termasuk di kawasan Jawa Tengah. Hal ini membuka peluang bagi pelabuhan sebagai tempat pembongkaran muatan dan perpindahan komoditas curah cair dari satu wilayah ke wilayah lain. Sementara itu kondisi pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk komoditas curah cair masih terbatas, baik dari jumlah maupun sarana prasarana yang tersedia. Untuk itu pengukuran kualitas kinerja bongkar muat curah cair perlu dilakukan agar dapat dilakukan peningkatan kualitas kinerja bongkar muat sehingga tercapai kepuasan konsumen dan pemakaian jasa pelabuhan secara berulang. Indikator Kinerja Pelabuhan dan Importance Performance Analysis dapat membantu pelabuhan untuk mengukur kualitas kinerja bongkar muat curah cair yang selama ini berjalan dan menentukan hal-hal apa saja yang harus dilakukan guna meningkatkan kualitas kinerja bongkar muat curah cair di pelabuhan. Penggunaan Indikator Kinerja Pelabuhan dan Importance Performance Analysis dalam penelitian ini menghasilkan tingkatan kinerja pelabuhan berdasarkan 5 Indikator Kinerja Pelabuhan dan 4 kelompok kuadran dari 24 faktor yang menentukan kualitas kinerja bongkar muat curah cair berdasarkan persepsi konsumen. Ada 2 indikator kinerja pelabuhan yang harus diperbaiki pelabuhan untuk mencapai tingkat kinerja BAIK, yaitu indikator waktu efektif dan indikator produktivitas kerja. Kemudian ada 5 faktor yang menentukan kualitas kinerja bongkar muat curah cair berdasarkan persepsi konsumen yang harus diperbaiki dan ditingkatkan oleh pelabuhan. Kelima faktor tersebut adalah kebersihan dermaga, ketersediaan fasilitas penunjang dermaga, ketepatan berth time, kesigapan petugas dalam mengatasi gangguan operasional, dan jaminan keselamatan kapal selama berada di dermaga.
Liquid bulk commodity has a great latent potentialthat is yet to explore in Indonesia, including those in Central Java areas. This creates many opportunities to the local port as the center for loading process and liquid bulk commodity movements. However the facilities for liquid bulk commodity in the main port of Central Java, Tanjung Emas are still far from sufficient. The fact that there is not enough capacity and sufficient port facilities urge the need for assessment towards performance quality of liquid bulk commodity loading process in order to enhance the quality and achieve customer satisfaction. Measurement using port performance indicator and importance performance analysis help the port management to determine areas for improvement. The outcome of port performance indicator is a comprehensive level of performance based on 5 indicators, whilst the outcome for importance performance analysis is a distribution of 24 factors of 5 service quality dimensions into 4 quadrants. This research found that there are 2 indicators must be improved to achieve the level of �GOOD�, effective time and work productivity. There are also 5 factors of quality based on the customer perception that must be further improved, those are: cleanliness of the dock, availability of supporting facilities, accuracy of berth time, expertise of the port operator, and safety assurance in the dock areas.
Kata Kunci : Kualitas Kinerja,Bongkar Muat Curah Cair,Pelabuhan,Indikator Kinerja Pelabuhan,Importance Performance Analysis,Dimensi Kualitas Jasa