Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kangkung (Ipomea reptans) Akuaponik
RAHMI SRI SAYEKTI, Prof. Dr. Ir. Djoko Prajitno M.Sc; Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St
2016 | Tesis | S2 AgronomiPeningkatan jumlah penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan pangan. Keterbatasan lahan pertanian menjadi kendala dalam produksi bahan pangan. Pertanian vertikultur merupakan salah satu solusi peningkatan produksi pertanian. Akuaponik adalah konsep pengembangan bio-integrated farming system, yaitu suatu rangkaian teknologi yang memadukan antara teknik budidaya perikanan dan teknik pertanian. Ember diisi air 60 liter dengan perlakuan pupuk 0 g/1000 l, pupuk kandang 250 g/ 1000 l, pupuk kandang 500 g/ 1000 l, pupuk kompos 250 g/ 1000 l, dan pupuk kompos 500 g/ 1000 l. Aplikasi pupuk organik dalam bentuk pupuk kandang dan kompos mampu meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas dari kangkung akuaponik dibandingkan dengan tanpa aplikasi pupuk organik. Pupuk kandang dengan takaran 500 g/1000 l memberikan hasil dan kualitas kangkung akuaponik yang terbaik.
Increase of population resulted an increase of food needs. Limitations of agricultural land is a constraint in the production of foodstuffs. Vertikultur agriculture is one of the solutions to increase agricultural production. Aquaponics is the concept of the development of bio-integrated farming system, which is a series of technologies that combine the techniques of aquaculture and farming techniques. Bucket fill with 60 liter water with fertilizer treatment 0 g / 1000 l, manure 250 g / 1000 l, manure 500 g / 1000 l, compost 250 g / l in 1000, and the compost 500 g / 1000 l. Application of organic fertilizers form manure and compost can improve the growth, yield, and quality of kangkong aquaponics than without application of organic fertilizer. Manure at a dosage of 500 g / l 1000 results best quality of kangkong aquaponics
Kata Kunci : akuaponik, pupuk kandang, pupuk kompos, kangkung