Laporkan Masalah

Pembiayaan Kesehatan Program Promotif dan Program Preventif di Era Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Mojokerto

GALIH ARIANTO, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D, Dr. Drg. Yulita Hendrartini, M.Kes, AAK

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Pembiayaan kesehatan di Indonesia, selain relatif kecil, efektivitas dan efisiensi penggunaannya belum baik. Anggaran sektor kesehatan mengalami peningkatan setiap tahun, tetapi peningkatan tersebut tidak menggambarkan informasi pembiayaan kesehatan, karena tidak didukung adanya penggunaan data dan pencatatan pembiayaan kesehatan daerah. Hal ini menyebabkan tidak diketahui besarnya biaya untuk sektor kesehatan dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menghitung pembiayaan kesehatan di daerah era jaminan kesehatan nasional serta mengidentifikasi proses perencanaan alokasi prioritas pembiayaan dan persepsi stakeholder dalam pembiayaan kesehatan program promotif dan program preventif era jaminan kesehatan nasional. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah studi kasus (Yin, 2012), yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menghitung pembiayaan kesehatan program promotif dan program preventif era jaminan kesehatan nasional (JKN). Pendekatan kualitatif dipilih untuk menggali secara mendalam proses perencanaan dan persepsi stakeholder dalam membiayai program promotif dan program preventif. Unit analisis dalam penelitian adalah dinas kesehatan dan lintas sektor lain yang mempunyai alokasi pembiayaan kesehatan (rumah sakit, dinas kependudukan dan keluarga berencana, Bappeko, dinas sosial dan lain-lain). Hasil Penelitian: Pembiayaan kesehatan program promotif dan program preventif di Kota Mojokerto di dominasi dari APBD. Menurut jenis program, sebagian besar untuk pencegahan penyakit menular sebesar Rp. 1.964.392.500 tahun 2013 dan Rp. 2.617.622.500 tahun 2014. Menurut jenis kegiatan, pembiayaan kesehatan sebagian besar dimanfaatkan untuk membiayai penecegahan dan pengendalian penyakit sebesar Rp. 3.203.047.000, tahun 2013 dan Rp.4.195.434.000, tahun 2014. Alokasi anggaran sebagian besar dimanfaatkan semua keompok umur Rp. 4.797.505.350, tahun 2103 dan Rp. 5.849.431.700, tahun 2014. Kesimpulan: Alokasi anggaran kesehatan Kota Mojokerto masih banyak dimanfaatkan untuk semua umur yang ada di masyarakat. Pemanfaatan operasional terbesar untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit rata-rata 20% dari alokasi anggaran program promotif dan program preventif.

Background: Health financing in Indonesia is relatively small, the effectiveness and efficiency of its use has not been good. Health sector budget has increased every year, but this increase does not describe health financing information, because it was not supported by the use of data and the recording area of health financing. This has caused an unknown amount of costs to the health sector. This study aimed to describe and calculate the area of health financing in the era of national health insurance as well as identify the process of planning the allocation of funding priorities and perceptions of stakeholders in the financing of health promotion programs and preventive program of national health insurance era. Methods: This research was using a case study (Yin, 2012), which is a descriptive study using data collection methods that using qualitative and quantitative approaches. Quantitative approach used to describe and calculate the financing of health promotion programs and preventive programs era of national health insurance (JKN). The qualitative approach was chosen to explore in depth the process of planning and stakeholder perceptions in financing programs and program promotion. The unit of analysis in the study was a cross-cutting health authorities and others who have health financing allocation (hospital, department of population and family planning, Bappeko, social services and others). Results: Financing health promotion programs and preventive programs in Mojokerto in dominance from the budget. According to the type of programs, mostly for the prevention of infectious diseases Rp. 1,964,392,500 in 2013 and Rp. 2,617,622,500 in 2014. According to the type of activity, most of the health financing used to fund penecegahan and control of diseases of Rp. 3.203047 billion, in 2013 and Rp.4.195.434.000, 2014. The budget allocation largely utilized all age groups has Rp. 4797505350, the year 2103 and Rp. 5849431700, 2014. Conclusion: Allocation health budget in Mojokerto is still widely used for all ages in the community. The operational utilization for disease prevention and control activities on average 20% of the budget allocation program promotive and preventive programs.

Kata Kunci : pembiayaan kesehatan, persepsi, prioritas, district health account

  1. S2-2016-356897-abstract.pdf  
  2. S2-2016-356897-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-356897-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-356897-title.pdf