EVALUASI PENERAPAN KONSERVASI TANAH DI DAS SERANG HULU KABUPATEN KULON PROGO, DIY
ALFIATUN NUR K, Dr.rer.nat.M.Anggri Setiawan, M.Si;Dr. Sudrajad, M.P
2016 | Tesis | S2 GeografiTujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis karakteristik konservasi tanah di DAS Serang, (2) mengevaluasi pelaksanaan konservasi tanah dalam upaya pengurangan laju erosi, dan (3) membangun model penilaian efektivitas konservasi tanah berbasis Logika Fuzzy. Penelitian diawali dengan pra-pemrosesan Citra SPOT 5 dan penentuan satuan pemetaan. Terdapat tiga satuan pemetaan yang digunakan. Satuan pertama, tersusun atas informasi penggunaan lahan dan bentuk lahan. Satuan pemetaan kedua berupa piksel, sedangkan satuan pemetaan ketiga berupa batas administrasi desa. Karakteristik konservasi tanah dipetakan berdasarkan interpretasi visual citra SPOT 5 dan observasi lapangan. Sedangkan evaluasi konservasi dilakukan dengan dua metode yaitu observasi dan pemodelan. Metode kedua menggunakan pemodelan berbasis fuzzy overlay dan regresi logistik. Penelitian ini membuktikan bahwa evaluasi penerapan konservasi tanah harus dinilai secara komprehensif dari sudut pandang fisik dan sosial ekonomi. Hasil penelitian adalah: (1) sebesar 62% dari luas wilayah kajian dikonservasi secara vegetatif, (2) sebagian besar sampel memiliki teknik konservasi tanah yang tidak efektif untuk mengurangi laju erosi. Konservasi tanah yang efektif berupa kebun campuran dikombinasikan dengan penutup tanah atau teknik konservasi teras dengan penutup teras berupa tanaman atau mulsa, dan (3) pemodelan evaluasi teknik konservasi tanah dilakukan dengan mengklasifikasikan laju erosi hasil dari pemodelan fuzzy pada lahan dengan teknik konservasi teras. Signifikansi tebesar ditunjukkan oleh model erosi Gamma-0,5 namun model dengan validasi terbaik adalah model erosi Product. Kedua model menghasilkan nilai laju erosi yang cenderung overestimasi. Berdasarkan analisa hasil pemodelan, diketahui bahwa Sub-DAS yang diprioritaskan untuk pembenahan konservasi adalah Sub-DAS Ngrancah, Sekiyep, dan Sumitro.
Serang watershed was one of priority watershed in Indonesia. The purposes of this research were (1) to analyze characteristic of soil conservation in Serang Watershed, (2) to evaluate implementation of soil conservation in relation to erosion, and (3) to analyze a model of soil conservation effectiveness that based on fuzzy logic. This research was preceded by pre-processing SPOT 5 images and determinating mapping unit. Characteristic of soil conservation was mapped by visual interpretation of SPOT 5 images and field observation. The evaluation of conservation has been done by two methods which were field of observing and modelling. The first method was conducted by comparing actual erosion rate and tolerable erosion in the field. The second method was based on fuzzy overlay and logistic regression. The results showed that (1) total 62 % of study area conserved was only in vegetative way and (2) most of samples had ineffective soil conservation techniques. The effective technique was vegetative technique, particularly mixed garden which was combined with ground cover or terrace with plant or mulch cover, and (3) soil erosion based on fuzzy logic showed a better validation that was indicated by Model Product. Ineffective terrace technique was widely spread in Sumitro Sub Watershed, while the effective one spread across Nagung Sub Watershed. Villages which had potential socio-economically to do terrace were Bendungan and Tawangsari. It also showed that Ngrancah, Sekiyep and Sumitro Sub Watershed were prioritized for soil conservation improvement. This research also proved that evaluation of soil conservation were assessed in a comprehensive manner both social-economy and physical perspective.
Kata Kunci : Evaluasi, Konservasi Tanah, Erosi, Fuzzy Overlay