Laporkan Masalah

Pengaruh Metode Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Hanifah Mirzanie, dr. Shinta Prawitasari, M.Kes, SPOG(K); dr. Shofwal Widad, SPOG(K)

2016 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar Belakang: Kanker leher rahim adalah penyebab kematian wanita terbanyak kedua di Indonesia. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan deteksi dini. Untuk mencapai cakupan deteksi dini yang baik perlu peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya, faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini. Tujuan Penelitian: Membandingkan efektivitas metode promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap para kader kesehatan mengenai deteksi dini kanker leher rahim. Metode penelitian: Quasi eksperimental. Subyek adalah kader kesehatan Kecamatan Gedongtengen. Intervensi berupa penyuluhan dengan leaflet atau tanpa leaflet mengenai deteksi dini kanker leher rahim. Desain penelitian adalah pre-test dan post-test. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan 30 pertanyaan pengetahuan dan 19 pertanyaan sikap yang dinyatakan sahih dan andal melalui uji korelasi Perason. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon, Uji Mann Whitney, uji korelasi Pearson dan uji regresi linier berganda. Tempat penelitian: Kecamatan Gedongtengen, Daerah Istimewa Yogyakarta Hasil: Dari 128 responden, penyuluhan dengan atau tanpa leaflet meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan secara bermakna (p =0,000), tetapi besar peningkatan ini tidak berbeda secara bermakna (p=0,175 dan p=0,740). Variabel luar yang berpengaruh dengan korelasi negatif pada peningkatan pengetahuan adalah penghasilan (p=0,006). Variabel luar yang berpengaruh pada peningkatan sikap dengan korelasi negative adalah pendidikan (p=0,009). Kesimpulan: Penyuluhan dengan atau tanpa pemberian leaflet tidak berbeda untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan.

Background: Cervical cancer is the second cause of death among women in Indonesia. Prevention of cervical cancer can be performed by screening. It is necessary to achieve good coverage of screening by increasing the knowledge of hazards, risk factors, prevention and screening. Objective: Comparing the effectiveness of health promotion methods to improve the knowledge and attitude of community health workers about cervical cancer screening. Methods: Quasi Experimental. Subjects were community health workers in Gedongtengen district. The intervention was lay ment concerning cervical cancer screening either followed by leaflet or not. The outcomes were assessed using pre-test and post-test. Questionnaire consist of 30 knowledge and 19 attitude valid and reliable questions due to Pearson correlation tests. The statistical tests used were Wilcoxon, Mann Whitney test, Pearson correlation test and multiple regression analysis. Location:Gedongtengen District, Yogyakarta Results: From 128 respondents, lay ment either followed by leaflet or not, increased the knowledge and attitude of community health workers significantly (p = 0.000), but the increment was not significantly different among two groups (p = 0.175 and p = 0.768). Family income affects the increment of knowledge with negative correlation (p=0,006). Education affects the increment of attitude with negative correlation (p=0,009). Conclusion:Lay ment either followed by leaflet or not was not different in increasing knowledge and attitude of community health workers.

Kata Kunci : deteksi dini, kanker leher rahim, kader kesehatan, promosi kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.