ATAS NAMA KEAMANAN: Analisis Sekuritisasi Negara-Negara Asia Tenggara Terhadap Pengungsi Pasca-Perang Dingin. Studi Kasus: Indonesia, Malaysia dan Thailand
PANJI HARYO PURNOMO, Dr. Poppy S. Winanti, MPP, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalPasca-Perang Dingin pengungsi dihadapkan kepada pilihan-pilihan yang semakin sulit dan berbahaya. Salah satu pemicunya adalah keengganan negara sebagai aktor utama di dalam hubungan internasional, untuk membantu menyelesaikan persoalan pengungsi yang semakin masif tiap tahunnya. Kondisi ini diperburuk dengan perilaku negara terhadap pengungsi yang semakin mengkhawatirkan. Dengan menggunakan Teori Sekuritisasi, tesis ini membuktikan bahwa negara-negara Asia Tenggara memiliki kecenderungan untuk mengkonstruksikan pengungsi sebagai ancaman bagi keamanan negaranya. Ancaman ini kemudian diterjemahkan ke dalam tiga sektor, yakni sektor politik, sektor ekonomi dan sektor sosial. Kontruksi ancaman ini kemudian diejawantahkan oleh negara-negara tersebut dengan berbagai kebijakan yang syarat dengan pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terutama hak dasar manusia, yakni hak untuk hidup. Menggunakan periode yang cukup kontemporer, yakni pasca-Perang Dingin, tesis ini juga melihat terjadinya degradasi kebijakan dari negara-negara kawasan terhadap pengungsi. Hal ini terjadi jika kita kaitkan kebijakan kontemporer tersebut dengan kebijakan pada masa pengungsi Indocina tahun 1970an-1990an.
Just after the Cold War over, the refugees tend to face more difficult and dangerous options in their life. One of the biggest caused is the ignorance of the state, which is a prime actor in international relations, to deal with this kind of supposed to be all state problems. This condition has been deteriorated when the states tend to give the refugees some nightmare, in regards to how they treat them. Using a Securitization Theory model, this thesis proves that southeast asians states tend to perceived the refugees as a threat to their national security. This threat has been distinguished into three main sector, such as political sector, economic sector and societal sector. This construction then has been manifested by the states into their national policies that many of those are breaking the rules of human rights, especially the right for survival. With focus on contemporary period, particularly after the Cold-War, this thesis also recorded the degradation of state policy toward refugee, if we compare the current policy with the period of Indochinese refugee 1970�s until 1990�s.
Kata Kunci : Pengungsi, Teori Sekuritisasi, Asia Tenggara, HAM