Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN BIDAN PRAKTIK SWASTA DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KOTA PEKANBARU

RIA CHITRA DEWI, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D; Drs. Abdul Wahab, MPH

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pada tanggal 1 Januari 2014 pemerintah melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai dengan Peraturan Presiden RepubliIndonesia nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Meskipun telah banyak peraturan yang mendasari pelaksanaan JKN, namun masih banyak hal-hal yang belum berjalan sesuai harapan terutama di kalangan bidan praktik swasta. Di Kota Pekanbaru, jumlah bidan praktik swasta (BPS) yang tersebar di 12 kecamatan sebanyak 210 bidan, namun hanya sekitar 25% bidan yang melayani BPJS ditempat praktiknya. Hampir semua BPS sudah memenuhi persyaratan untuk mengikuti program JKN, namun kenyataannya keikutsertaan BPS masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan berbagai dampak seperti terlambatnya penurunan AKI dan AKB, terjadinya peningkatan peserta JKN namun tidak diimbangi dengan penambahan tenaga kesehatan khususnya untuk pemeriksaan ibu hamil dan pertolongan persalinan. Metode Penelitian: Jenis penelitian observational dengan rancangan Case Control Study yang menggunakan pendekatan kuantitaif yang didukung kualitatif dengan metode wawancara untuk mempertegas hasil analisis kuantitatif. Subyek penelitian adalah BPS di Kota Pekanbaru. Jumlah populasi BPS sebanyak 210 orang, sementara yang ikut serta dalam JKN 45 orang, dan untuk kontrol dipilih 45 secara random. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan questionnaire. Analisis bivariate menggunakan Chi-square dan Odds Ratio (CI95%) sedangkan logistic regression akan dilakukan dalam analisis multivariat untuk uji hipotesis. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,6% responden memiliki pengetahuan baik, 85,6% responden memiliki sikap baik, 82,2% responden memiliki motivasi tinggi, 55,6% responden memiliki persaingan antar BPS yang rendah, 85,6% responden menyatakan imbalan kurang. Faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan BPS dalam program JKN adalah pengetahuan (p=0,034), sikap (p=0,036), motivasi (p=0,006), persaingan (p=0,000), dan imbalan (p=0,001). Faktor yang bersama-sama berpengaruh terhadap keikutsertaan BPS dalam program JKN adalah pengetahuan, motivasi, persaingan dan imbalan. Kesimpulan : Faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan BPS dalam program JKN adalah pengetahuan, motivasi, persaingan dan imbalan. Terdapathubungan antara variabel pengetahuan, motivasi, persaingan dan imbalan terhadap keikutsertaan BPS dalam program JKN dan imbalan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keikutsertaan BPS dalam program JKN

Background: On January 1 st, 2014 the government of Indonesia implemented National Health Insurance program (JKN) of health in accordance with the Indonesia President's Regulation No. 12 of 2013 on Health Insurance. Although numerous laws underlying JKN implementation, but there are still many things not go according to expectations, especially among private midwives. In Pekanbaru city, the number of privately practicing midwife (CPM) spread over 12 districts were 210 midwives, but only about 45 midwives (25%) serve BPJS in their clinic. Almost all BPS has met the requirements to join the JKN program, but in fact the participation of BPS still very low. It causes a variety of effects such as the late of maternal mortality decrease and baby mortality, an increase of JKN participants but improportional with the addition of medical staff, especially for examination of pregnant women and childbirth assistance. Methods: This study is observational study with Case Control Study design which uses qualitative quantitative approach. The subjects were Privately practicing midwives (BPS) in Pekanbaru. BPS population numbers as 210 people, while BPS participating in JKN was 45, and for control group there were 45 BPS who would be selected randomly. Quantitative data collecting method was using a questionnaire with self-administered method, while the qualitative data was collected to clarify the results of the quantitative data with interviews. Bivariate analysis was using Chi-square and Odds Ratio (CI95%) and logistic regression multivariate analysis will be conducted to test the hypothesis. Results: Results showed that 55.6% of respondents had good knowledge, 85.6% of respondents have a good attitude, 82.2% of respondents have high motivation, 55.6% of respondents have a low competition among the BPS, 85.6% respondents stated that the reward is less. Factors correlated to BPS participation in the JKN program is knowledge (p = 0.034), attitude (p = 0.036), motivation (p = 0.006), competition (p = 0.000), and reward (p = 0.001). The Factors which affect simultaneously the BPS participation in the JKN program is knowledge, motivation, competition and reward. Conclusions: Factors that influence participation in the program BPS JKN is knowledge, motivation, competition and reward. There is a relationship between the variables of knowledge, motivation, competition and rewards for participation in the program BPS JKN and reward the most dominant factor affecting participation in the program BPS JKN

Kata Kunci : Keikutsertaan, Bidan Praktik Swasta, Jaminan Kesehatan Nasional