Laporkan Masalah

PROBELEMATIKA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DESA WANTULASI KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA

AMIN TUNDA, Prof. Dr. Susetiawan, SU.

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Problematika yang terjadi dalam pengelolaan keuangan dan asset desa Wantulasi ditandai dengan tidakadanya Pendapatan Asli Desa Desa (PADesa) yang berasal dari hasil pajak dan retribusi asset desa. Oleh sebab itu, masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana Problematika Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Wantulasi yang kemudian diderivasi dalam dua (2) pertanyaan empiris, yaitu; (1) Bagaimana dinamika pengelolaan keuangan desa Wantulasi kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara, dan (2) Bagaimana problematika penarikan Pendapatan Asli Desa Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif interpretative. Hasil penelitian mengenai dinamika pengelolaan keuangan Desa Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara terdiri dari ketidaktransparansian informasi jumlah anggaran yang masuk ke desa, pergeseran pelaksanaan pembangunan desa dengan pendekatan semangat gotong royong menuju pengupahan, dan tidakadanya laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada masyarakat desa. Aset desa wantulasi yang dapat dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa Wantulasi terdiri dari air bersih, pasar desa, dan tambatan perahu. Problematika yang terjadi penarikan pajak dan retribusi pada pengguna air bersih ketika pengelola Unit Pengelola Sarana (UPS) yang dibentuk oleh pemerintah desa memutuskan kontrak secara sepihak dengan mengantungi semua hasil penarikan pajak dan retribusi bagi masyarakat pengguna air bersih. Problematika pada pengelolaan pasar desa antara pemerintah desa wantulasi dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Buton Utara terlihat pada pembagian hasil pajak dan retribusi, yakni sebesar 5% disisihkan untuk pembayaran honor petugas penarik pajak dan retribusi dan tidak disishkan sebagai pemasukan kas desa. Problematika dalam penaikan pajak dan retibusi bagi pengguna jasa tambatan perahu terjadi akibat ketidakberfungsiannya sebagai jalur penyeberangan penumpang kapal dan lebih dominan digunakan sebagai pelabuhan kapal pengangkut barang. Pajak dan retribusi dari kendaraan pengangkut hanya digunakan untuk membayar honor petugas penarik pajak dan retribusi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa Desa Wantulasi tidak memiliki sumber pendapatan asli desa yang bersumber dari Aset desa, yakni air bersih, pasar desa, dan tambatan perahu.

Problems that occur in the financial management and asset Wantulasi village is marked by lack of an original income Villages Villages (PADesa) derived from the taxes and levies village asset. Thus, the main issue to discuss in this study would be how is the problematics of the financial and asset management in Village of Wantulasi? The issue would be derived into two (2) emprirical questions. Those are: (1) How are the dynamics of financial management in Village of Wantulasi District of Wakorumba County of North Buton, and (2) How are the problematics in recalling of income in Vilage of Wantulasi District of Wakorumba County of North Buton? To answer the questions, qualitative method was used in this study and was analyzed using interpretative descriptive approach. The results concerning the dynamics of financial management in Village of Wantulasi District of Wakorumba County of North Buton are: there is a lack of information transparency about the amount of incoming budget, shifting the implementation of rural development with a spirit of mutual cooperation approach towards wage, and the absence of accountability report to citizen. The assets in Vilage of Wantulasi which can be the source of income consist of fresh water, market, and harbor. The issue occurs in the taxes retrieving and frest water retribution when the management established by government decided to stop the contract unilateraly. This is continued by taking all of the taxes and retiribution from citizen. Problematic in the management of rural markets between the village government wantulasi and the Department of Industry, Trade and Cooperatives (Disperindagkop) North Buton seen the division of taxes and charges, which amounted to 5% is set aside for the payment of honoraria officer towing taxes and charges and is not set aside as cash inflows village. However, it is not included in village income. The issue in the increasing of tax and retribution from harbor occurs since the its function primarily is used as goods trade shipping rather than passanger ships. Taxes and levies on the transport vehicle is only used to pay fees and levies a tax collector clerk. Hence, it could be stated that Village of Wantulasi did not possess any income from its assets which consist of fresh water, market and harbor.

Kata Kunci : Problematika, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Desa Wantulasi/Problematics, Management, Financial and Assests of Vilage of Wantulasi

  1. S2-2016-355473-abstract.pdf  
  2. S2-2016-355473-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-355473-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-355473-title.pdf