Laporkan Masalah

Perilaku harga saham baru di Bursa Efek Jakarta periode 1999-2001

ANEKDA, Mukti, Amin Wibowo, SE.MBA

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Fenomena underpricing pada saham perdana yang hampir selalu terjadi di seluruh pasar modal dunia merupakan alasan dari penulisan penelitian ini. Underpricing memang merupakan fenomena umum dari pasar perdana. Karena harga saham baru belum memiliki harga pasar, maka harga tersebut terbentuk dari hasil negosiasi antara underwriter dan emiten. Dengan harga yang underpricing, underwriter dapat meminimalkan resiko dari kerugian yang mungkin dapat dialami baik oleh underwriter maupun investor. Dengan menganalisis perilaku dari harga saham baru, yaitu seluruh saham yang melakukan Initial Public Offering di Bursa Efek Jakarta (sebanyak 38 saham) selama 30 hari pertama saham berada di pasar sekunder, maka dapat diketahui bahwa besarnya initial return sebagai indikator underpricing dalam periode 1999-200 1 adalah 5 1,56%, kemudian berhasil diketahui pula bahwa investor ternyata tidak hanya akan memperoleh capital gain (return saham yang positip) pada had pertama saham berada di pasar sekunder saja, namun pada hari ke 2 investor masih dapat memperoleh capital gain, dan meskipun pada hari ke 3 sampai dengan ke 11 return yang dihasilkan negatip, namun pada hari ke 12 hingga hari ke 30, return saham kembali positip bahkan besarnya semakin meningkat. Penelitian ini juga berhasil menemukan faktor-faktor yang secara signifikan terbukti mempengaruhi besarnya underpricing (initial return) pada periode 1999- 200 1, yaitu asymetric information, peraturan pemerintah, kelompok industri, dan perubahan kondisi pasar.

The underpricing of initial public offerings is a well-documented phenomenon for almost every equity market that has been examined is a reason of this research. Underpricing is a general phenomenon in a primary market. The PO’S stock price that has been market price yet was result by negotiation between underwriter and emiten. With underprice, underwriter could minimize risk that possibility happen for both of underwriter and investor. By investigate behavior of new stock that is all of PO’S stock at Jakarta Stock Exchange (there are 38 stocks) for first 30 trading day of stock in secondary market, so this research shown that initial return as a indicator of underpricing for during period 1999-2001 is 5136%. This research was found that investor getting capital gain (positive return) not only on the first trading day in secondary market, but also on second trading day. Event it on 3rd trading day until on 1 l* trading day return of stock was negative, but on 12* trading day until 30* trading day return of stock back to positive and increase. These research findings any significant influences of several variables such as asymmetric information, government restriction, industry, and market changes on the degree of underpricing during period 1999-2001

Kata Kunci : Harga Saham,BEJ, Underpricing, Initial Public Offering, Capital gain, Underwriter, Emiten and Asymmetric Information


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.