Laporkan Masalah

STRATEGI PEMERINTAH KOTA SOLO DALAM MEMBANGUN CITY BRANDING: Studi Penelitian Deskriptif Kualitatif tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Pemkot Solo dalam Membangun City Branding Solo melalui Event SIPA (Solo International Performing Arts)

NOVI AYU WARDANI, Dr Novi Kurnia, M.Si., M.A. Wisnu Martha Adiputra, S.IP., M.Si.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Kota Solo mengandalkan sektor kesenian budayanya untuk mengangkat kekhasan kotanya. Dalam hal ini tidak hanya festival kesenian nasional Indonesia tetapi juga kesenian dunia sebagai sarana dalam mewujudkan harapan pemkot Solo dalam merencanakan strategi komunikasi pemasaran membangun city branding melalui event SIPA, sebuah festival seni budaya global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Pemkot Solo dalam membangun city branding melalui event SIPA (Solo International Performing Arts).Kemudian untuk menggambarkan tujuan tersebut disusunlah strategi komunikasi pemasaran yaitu identifying the target audience, specifying promotion objectives, setting the promotion budget, selecting the right promotional tools, designing the promotion, dan scheduling the promotion. Bab ini diakhiri dengan membahas hubungan ketiganya yaitu antara strategi komunikasi pemasaran, city branding,event marketing yang dikemukakan oleh jefkins. Penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat post positifisme dengan metode studi kasus genetik. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa Berbagai langkah strategi komunikasi pemasaran terbukti berperan dalam mewujudkan image kota Solo sebagai kota budaya melalui event SIPA. Walaupun realitasnya, pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran untuk membangun city branding sebagai kota budaya, belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Namun dengan kendala-kendala yang berarti, Solo bisa dikatakan berhasil dalam menerapkan city branding.

Solo city relies on sector artistry of the culture to lift specification of the town. In this case do not only artistry festival of national of Indonesia but also artistry of world as medium in realizing expectation the government of Solo in planning marketing communications strategy to develop of city branding to through the SIPA event, an artistic festival of global culture. Target of this research is to depict the marketing communications strategy by the government of Solo in developing city branding to through the SIPA event (Solo of International Performing Arts). Then to depict the target compiled the marketing communications strategy that are the goals of identifying the target audience, specifying promotion objectives, setting the promotion budget, selecting the right promotional tools, designing the promotion, and scheduling the promotion. This chapter are terminated with to discussing the third relation of that is between marketing communications strategy, city branding, event marketing told by Jefkins. This research represents the research qualitative type which have base at the post of positivism philosophy with case study method of genetic. Technique data collecting the used is circumstantial interview, documentation, and bibliography study. Research indicate that various proven marketing communications strategy step play a part in to realize Solo city image as cultural town to through SIPA event. Although the reality, execution of marketing communications strategy to develop the city branding as cultural town, not yet fully walked better. But with constraints meaning, Solo can be told to succeed in applying city branding. Keyword: marketing communications strategy,city branding, and event marketing.

Kata Kunci : Kata Kunci: strategi komunikasi pemasaran,city branding, dan event marketing/Keyword: marketing communications strategy,city branding, and event marketing.