Laporkan Masalah

KESENJANGAN AKSES PEGAWAI NEGERI SIPIL PEREMPUAN DALAM MENDUDUKI JABATAN ESELON II DI BIROKRASI PEMERINTAHAN (Studi Pada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan)

MARDONA MOMOT, Dr. Hempri Suyatna, M.Si

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya peluang yang dimiliki oleh pegawai negeri sipil perempuan dalam menduduki jabatan eselon II di birokrasi pemerintahan kabupaten Sorong selatan. Berdasarkan data bahwa terjadi ketidakseimbangan dalam penempatan jabatan di struktural yang menunjukkan bahwa semakin tinggi jabatan, maka semakin sedikit perempuan yang menduduki jabatan tersebut. Masalah yang hendak di teliti adalah mengapa terjadi kesenjangan akses PNS perempuan dalam menduduki jabatan eselon II di birokrasi pemerintahan kabupaten Sorong Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin memperoleh data tentang kesenjangan akses pegawai negeri sipil perempuan dalam menduduki jabatan eselon II yang di tinjau dari rendahnya jumlah PNS perempuan yang memenuhi kualitas pendidikan formal maupun pendidikan non formal, rendahnya peluang PNS dalam menduduki jabatan eselon II sebagai pemimpi, dan rendahnya pemahaman gender oleh pengambil kebijakan pada pemerintah kabupaten Sorong Selatan. Penelitian ini dilakukan pada pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, dengan informan adalah pegawai negeri sipil perempuan yang menduduki jabatan eselon III dan IV sedangkan informan lain yaitu bupati sorong selatan, kepala badan kepegawaian dan Diklat, sekretaris inspektorat/Baperjakat dan kepala kantor pemberdayaan perempuan. Pengumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan focus group diskusi (FGD), namun FGD mengalami kendala sehingga diganti dengan wawancara mendalam terhadap informan lain, dengan metode penelitian adalah kualitiatif-deskriptif. Beberapa temuan dalam penelitian ini bahwa kesenjangan akses pegawai negeri sipil perempuan dalam menduduki jabatan eselon II di birokrasi pemerintahan Kabupaten Sorong Selatan di sebabakan karena adanya faktor internal dari dalam diri perempuan dan faktor eksternal dari lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat. Faktor internal meliputi: peran ganda, rasa bersalah, pendidikan, kapasitas, percaya diri. Faktor eksternal meliputi: lingkungan kerja, lembaga masyarakat adat, budaya, kebijakan. Faktor internal dan eksternal merupakan kendala bagi pegawai negeri sipil perempuan dalam menduduki jabatan, hal ini di sebabkan karena adanya pengaruhi kultur sosial yang ada di dalam masyarakat yang telah masuk dalam birokrasi pemerintahan yang lebih mengutamakan pegawai laki-laki dalam penempatan jabatan di bandingkan pegawai perempuan, mengakibatkan terjadinya kesenjangan akses pegawai negeri sipil perempuan dalam menduduki jabatan eselon II di birokrasi pemerintahan Kabupaten Sorong Selatan.

Female civil servant has low opportunity to post echelon Ii in government bureaucracy in South Sorong regency. There is imbalance in assigning individual in structural post in which the higher official position, the less women place the post. Therefore, problem studied in this research is why there is lag access of female civil servant in echelon II post in government bureaucracy in South Sorong regency. This research was intended to obtain data on discrepancy of female civil servant access in placing echelon II position from low amount of female civil servant meeting formal education quality and non formal education, low opportunity of female civil servant in placing echelon II as leader, and low gender comprehension by policy maker in South Sorong regency. This research was done on government of South Sorong Regency with informants of female civil servant placing echelon III and IV, while other informant was regent of South Sorong Regency, head of the Employee and Education and Training Agency, secretary of the inspectorate/Baperjakat and head of Women Empowerment Office. Data collection was done with observation, in-depth interview and focus group discussion (FGD), but FGD face obstacle so it was replaced with in-depth interview with other informant with qualitative-descriptive method. Some findings in this research indicate that discrepancy of female civil servant in placing echelon II in South Sorong Regency bureaucracy is cause by internal factor of the women and external factor of working environment and society. Internal factor include double role, feeling guilty, education, capacity, and self confidence. External actor include, working environment, adat society institution, culture and policy. Internal and external VII factor is obstacle for female civil servant in placing structural post. It is due to effect of social culture in society that entering government bureaucracy that emphasize male employee in placing structural post over female employee. It leads to discrepancy of female civil servant access in placing Echelon II position in South Sorong Regency bureaucracy.

Kata Kunci : kesenjangan jabatan, eselon II, PNS perempuan

  1. S2-2016-354156-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354156-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354156-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354156-title.pdf