HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA TANI DENGAN KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO
RINA DWI ARIANI, Dr. Rika Harini, M.P. dan Dr. Sudrajat, M.P.
2016 | Tesis | S2 KependudukanKecamatan Nanggulan memiliki luas panen lahan pertanian terluas dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Kulon Progo dengan luas 3.274 Ha dan produksi pertanian padi sawah sebesar 21.628 ton yang memberikan kontribusi terhadap PDRB. Kegiatan pertanian di Kecamatan Nanggulan memiliki peluang untuk mendukung tercapainya kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga tani di Kecamatan Nanggulan; (2) mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga tani di Kecamatan Nanggulan; (3) mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan dengan ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Nanggulan. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan sumber data pokok penelitian ini adalah data primer dan didukung dengan data skunder. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Kecamatan Nanggulan. Penentuan sampel dilakukan terhadap rumah tangga tani dengan menggunakan kuota sampling. Analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga tani menggunakan indikator dari Badan Pusat Statistik. Ketahanan rumah tangga dianalisis menggunakan indikator Johnsson dan Toole (1991). Hubungan tingkat kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga tani dianalisis menggunakan crosstab yang didukung oleh analisis korelasi antara tingkat kesejahteraan dengan indikator ketahanan pangan. Hasil analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga menunjukkan 40% rumah tangga tani di Kecamatan Nanggulan masuk dalam kriteria rumah tangga sejahtera sedangkan 60% rumah tangga tani masuk dalam kriteria tidak sejahtera. Tingkat ketahanan pangan rumah tangga tergolong kurang pangan (46,25%). Tingkat kesejahteraan rumah tangga tani memiliki hubungan positif dengan ketahanan pangan, dimana rumah tangga tani dengan tingkat kesejahteraan yang kurang sejahtera akan lebih besar memiliki peluang untuk memiliki ketahanan pangan yang kurang pangan begitu pula sebaliknya.
Nanggulan District has the largest harvested area of agricultural land compared to other districts in Kulon Progo Regency with an area of 3.274 hectares and paddy rice production of 21.628 tonnes of which contribute to GDP. Agricultural activities in the District Nanggulan can support the achievement of welfare and food security. The purpose of this study is (1) determine the level of welfare of farmer households in Nanggulan District; (2) determine the level of food security of farmer households in Nanggulan District and (3) determine the correlation of the level of welfare with food security farmer household in Nanggulan District. Research analysis using quantitative analysis with the data source is a primary data and supported by secondary data. The research location is determined by purposive in Nanggulan District. The samples were carried out on farm households using quotas sampling. Analysis the level of walfare farm household using indicator from the Badan Pusat Statistik. The food security was analysed using indicator from Johnsson and Toole (1991). The correlation between walfare and food security of farm household were analyzied using crosstab and supported by correlation analysis between walfare with food security indicators. Results the analysis level welfare showed that 40% of farm hosehold in Nanggulan Distric included in the criteria prosperouse household, while 60% of farm households included in the criteria are not prosperouse. The level of food security of hoseholds classified as less food (46,25%). The level of welfare of farm hosehold have a positive relationship with food security.
Kata Kunci : tingkat kesejahteraan, ketahanan pangan, rumah tangga tani