Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 9-18 BULAN DI KOTA YOGYAKARTA

RUTH CHRISTIANI RAMBU TEBA, dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K) ; Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, Sp.A(K)

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

INTISARI Latar Belakang: Masa perkembangan awal merupakan fase paling penting yang akan menentukan kualitas hidup. Jika bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR), maka dapat memiliki risiko mortalitas dan morbiditas lebih besar, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif, serta penyakit kronis. Pada tahun 2013 persentase BBLR di Indonesia adalah 10,2%. Oleh karena angka kejadian BBLR di Indonesia masih tinggi, maka perlu dilakukan skrining perkembangan anak sejak dini dengan Denver Test II. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir terhadap perkembangan anak usia 9-18 bulan pada daerah perkampungan kumuh di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian adalah anak usia 9-18 bulan yang tinggal pada daerah perkampungan kumuh di Kota Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan formulir Denver Test II. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Dari 163 anak usia 9-18 bulan, diperoleh 14 anak (8,6%) memiliki riwayat BBLR dan 24 anak (14,7%) mengalami suspek keterlambatan perkembangan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir dan perkembangan anak (p=0,437; OR=1,66; 95%CI: 0,428-6,46). Kesimpulan: Proporsi BBLR dan keterlambatan perkembangan anak usia 9-18 bulan pada daerah perkampungan kumuh di Kota Yogyakarta masing-masing adalah 8,6% dan 14,7%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir dan perkembangan anak.

ABSTRACT Background: The early developmental period is the most important phase that will determine the quality of life. If the baby has low birth weight (LBW), then it may has the greater risks of morbidity and mortality, poor growth and cognitive development, as well as chronic diseases. In 2013, the LBW percentage was 10,2%. Because the LBW prevalence in Indonesia is still high, the early child developmental screening by Denver Test II is necessary to be done. Objective: This study was conducted to determine the relationship between the birth weight and the development of child aged 9-18 months in the slum areas in Yogyakarta city. Method: The study was conducted by using cross-sectional study design. Samples were taken by consecutive sampling technique. The subjects were children aged 9-18 months living in the slum areas in the Yogyakarta city. Instruments used in the study were questionnaire and Denver Test II form. The results were analyzed by chi-square test. Result: Out of 163 children aged 9-18 months, 14 children (8,6%) had LBW and 24 children (14,7%) were suspected of having developmental delay. There were no significant relationship between the birth weight and the child development (p=0,437; OR=1,66; 95%CI: 0,428-6,46). Conclusion: The proportion of LBW and developmental delay in the slum areas in Yogyakarta city were 8,6% and 14,7% respectively. There were no significant relationship between the birth weight and the child development.

Kata Kunci : Berat badan lahir, perkembangan anak, usia 9-18 bulan, Denver Test II, Kota Yogyakarta

  1. S1-2016-329198-abstract.pdf  
  2. S1-2016-329198-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-329198-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-329198-title.pdf