Laporkan Masalah

HUBUNGAN SETING RUANG LUAR DENGAN INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNADAKSA (Studi Kasus: SLB Negeri 1 Bantul)

GITA HAYUNINGSASI, Diananta Pramitasari, M.Eng, Ph.D;Syam Rachma M., M.Eng, Ph.D

2015 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Klasifikasi anak tunadaksa berdasarkan derajat ketunaannya mempengaruhi perbedaan kemampuan masing masing golongan anak tunadaksa dalam hal mobilitas dan komunikasi untuk berinteraksi sosial di dalam lingkungan sekolah. Keberadaan seting ruang luar di sekolah yang cukup beragam berhubungan dengan interaksi sosial masing masing golongan anak tunadaksa di SLB Negeri 1 Bantul. Fenomena perilaku merupakan bentuk interaksi antara manusia dengan seting fisik yang terdapat pada lingkungan. Komponen seting fisik pembentuk ruang luar menjadi hal yang penting dalam mempengaruhi jenis interaksi yang terjadi, termasuk pada interaksi sosial anak tunadaksa. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan teknik place centered mapping. Subyek pengamatan adalah seluruh siswa jurusan tunadaksa di SLB Negeri 1 Bantul serta pelaku lain yang terlibat interaksi dengan siswa tunadaksa. Waktu pengamatan dilakukan pada jam istirahat sekolah. Fokus penelitian adalah seting fisik ruang luar yang berhubungan dengan interaksi sosial anak tunadaksa berdasarkan derajat ketunaannya. Berdasarkan pengamatan ditemukan 4 karakteristik seting interaksi sosial anak tunadaksa di SLB Negeri 1 Bantul, yaitu seting aktivitas mengobrol sesama anak tunadaksa, seting aktivitas bermain sesama anak tunadaksa, seting aktivitas mengobrol dan makan anak tunadaksa dengan orang tua, serta seting aktivitas bermain anak tunadaksa dengan orang tua. Keempat karakteristik seting tersebut masing masing memiliki elemen seting fisik yang berhubungan dengan jenis derajat ketunaan anak tunadaksa dan aktivitas yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat ketunaan anak tunadaksa berhubungan dengan siapa anak berinteraksi dan jenis aktivitas apa yang dilakukan, dimana keduanya berkaitan dengan elemen seting fisik ruang luar di area sekolah yang digunakan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya keterkaitan dengan teori affordance Gibson (1986), di mana persepsi seseorang terhadap lingkungan akan mengarahkan terjadinya perilaku tertentu yang bersifat spontan. Selain itu terdapat faktor lain yang berhubungan dengan pemilihan lokasi interaksi sosial yaitu faktor kehadiran jenis pelaku lainnya.

The classification based on the degree of children disability with physical disabilities causing diferrences of ability of each group children in terms of mobility and communication for social interaction in school. Variety of outdoor space in the school setting has correlated with social interaction of each group children with physical disabilities in SLB Negeri 1 Bantul. The phenomenon of behavior is a form of interaction between humans and the physical setting which found in the environment. The outdoor physical setting component becomes important to influencing type of interactions that occur, including the social interaction of children with physical disabilities. This research used deductive - qualitative method with place-centered mapping techniques. The objects of observation are children with physical disabilities in SLB Negeri 1 Bantul and everyone who interacted with them. Time observations were made at school recess. The focus of research is the physical setting of outdoor space that is correlated with social interaction of children with physical disabilities by degrees of disability. Based on the observations there are four characteristics of physical setting of social interaction children with physical disabilities in SLB Negeri 1 Bantul, i.e physical setting of talking activities among children, physical setting of playing activities among children, physical setting of talking and eating activities between children with parents, and physical setting of playing activities between children with parents. Each characteristic have elements of physical setting that related to the type of degree of disability of children and their activities. The results showed that degree of disability of children with physical disabilities have correlated with whom the child interacts and what types of activities, which are both related to the elements of outdoor physical setting in school area. The results also related to affordance theory of Gibson (1986), where a persons perception of the environment will lead to a spontaneous behavior. In addition there are other factors that correlated with the selection of social interaction site is presence factor of the other actors.

Kata Kunci : anak tunadaksa, interaksi sosial, seting fisik ruang luar

  1. S2-2015-357683-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357683-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357683-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357683-title.pdf