Evaluasi pengeluaran pemerintah Kabupaten Kudus :: Studi pengeluaran Dinas Pendapatan Daerah
HARDJONO, Adhy, Amin Wibowo, SE.,MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus khususnya studi pengeluaran pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kudus, dengan mengkonfrmasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran tersebut dan berapa besar pengaruhnya terhadap pengeluaran Dipenda. Disamping itu hasil penelitian ini bermanfaat untuk pedoman dalam penentuan alokasi pengeluaran di jajaran Pemerintah Daerah khususnya dalam mencermati pengelolaan manaiemen pengeluaran pemerintah daerah sehingga pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara efisien, efekti f, terarah mendukung pelaksanaan otonomi daerah dalam memobilisasi sumber daya dalam perluasan aktivitas ekonomi sesuai kondisi wilayah. Data yang dipergunakan adalah data skunder dari tahun 198611987- 2000/2001 yang terdiri dari Pendapatan Asli daerah (PAD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inlasi (Infl) serta Jumlah Karyawan (K) Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) sebagai variabel independent terhadap pengeluaran Dipenda (PDpd) Kabupaten Kudus sebagai variabel dependent. Analisis data dan pembahasan dilakukan dengan alat analisis ( 1) Analisis Pertumbuhan, dan (2) Analisis Ekonometrika. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran dipenda adalah sebesar 1 3,48% pertahunnya, sedangkan pertumbuhan PAD pertahunnya sebesar 17, I%, pertumbuhan APBD 27,6%, pertumbuhan PDRB 6,9%, pertumbuhan Inflasi minus 17,7% dan pertumbuhan Karyawan Dipenda 1,42%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran Dipenda (PDpd) dipengaruhi oleh faktor-faktor variabel bebas APBD non PAD, PDRB, dan Jumlah Karyawan (K) dengan tanda positip serta variabel Inflasi dengan tanda berlawanan (negatif), dengan elastisitas tertinggi pada variabel Jumlah Karyawan (K) yaitu sebesar 10,983655 dan - 7,591 83651 untuk elastisitas Inflasi, 0,0128736 untuk elastisitas APBD non PAR, 0,2238345 untuk elastisitas PDRB, sedangkan untuk variabel PAD tidak signifikan secara statistik mempengaruhi pengeluaran Dipenda. Alternatif yang dapat ditempub guna penyempurnaan dan gerbaikan untuk melaksanakan manajemen pengeluaran di Dipenda, adalah melakukan penghematan dan evaluasi penggunaan anggaran, berpedoman pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran, melaksanakan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah, menjalin komunikasi kepada masyarakat serta menggalang peran serta masyarakat dalam pembiayaan daerah serta menerapkan prinsipprinsip manajemen pengeluaran daerah.
-
Kata Kunci : Pembiayaan Pembangunan,Pengeluaran,Dipenda Kudus