POLITIK INKONSISTENSI AS DALAM UPAYA MENGATASI PEMANASAN GLOBAL: HAMBATAN TARIF PRODUK PANEL SURYA
RENNY CANDRADEWI P, Dr. Poppy S Winanti., MPP., M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalPersoalan pemanasan global dan perubahan iklim menumbuhkan kepentingan yang sama di antara negara-negara di dunia. Keseriusan ini tertuang dalam kesuksesan penyelenggaraan UN Climate Summit pada 23 September 2014 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Barrack Obama menyeru agar komitmen itu dilakukan serentak di seluruh dunia. Persoalannya, promosi energi alternatif yang ramah lingkungan sebagai salah satu usaha menekan pemanasan global kini tengah menghadapi tekanan. Menggunakan data yang diperoleh melalui riset kualitatif, tulisan ini menawarkan sudut pandang baru untuk memahami adanya politik inkonsistensi Amerika Serikat. Tulisan ini mengkaji hambatan tarif perdagangan yang dikenakan Amerika Serikat pada produk panel surya impor China sejak 2012 � 2014 guna membangun kerangka penjelasan yang relevan terkait inkonsistensi. Inkonsistensi yang dimaksud yakni hambatan tarif bertentangan dengan komitmen AS untuk menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim. Penelitian disimpulkan dengan temuan bahwa struktur panel surya domestik yang bipolar serta kultur struktur politik domestik AS yang kental menjadi strategi inkonsistensi AS guna mengalihkan isu ke ranah domestik. Akibatnya, semangat AS menekan pemanasan global dan perubahan iklim dipertanyakan. Amerika Serikat sebagai negara yang selalu terdepan dalam menekan pemanasan global justru tidak konsisten ketika dihadapkan pada ranah domestik.
Global warming and climate change has brought nations with similar national interest. It is manifested in international environmental forum, UN Climate Summit which is held on September 23, 2014. During the summit, U.S. President, Barrack Obama, delivered speech that calls effort from many countries around the world. The problem is, the promotion of alternative energy that is environment friendly recently under pressure. Using data qualitatively collected, this research offers new insight to understand behind U.S. inconsistency for imposing trade barrier towards solar panel imported from China during 2012-2014. Trade barrier is viewed to be inconsistent with U.S. commitment to combat global warming and climate change. This research concludes that solar panel domestic market bipolarity and U.S. political domestic culture are responsible for U.S. strategic inconsistency from drifting the issue to domestic realm. U.S. that is always in the fore stage amongst many nation to combat global warming and climate change is stumbled upon inconsistency as it drifts policy into domestic border.
Kata Kunci : Amerika Serikat, China, hambatan tarif, panel surya, politik inkonsistensi, pemansan global, perubahan iklim, inkonsistensi strategis