PARTISIPASI PEMUDA GAYO YOGYAKARTA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL DIDONG DAN TARI GUEL RELEVANSINYA TERHADAP KETAHANAN BUDAYA DAERAH (Studi pada IPEMAH LUTYO di asrama Lut Tawar Yogyakarta)
IWAN KENANGAN, Dr. Iva Ariani;Prof. Dr. Kodiran, MA
2016 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalIndonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai etnik serta memiliki berbagai perbedaan, baik itu bahasa, maupun kebudayaan. Antusias memasyarakat yang semakin menurun dalam mempelajari dan melestarikan kesenian dan budaya khususnya pada kesenian dan budaya Gayo, menjadikan kesenian dan kebudaya ini rawan akan kepunahan atau hilang dari peredaran. Penelitian ini mengkaji tentang �Partisipasi Pemuda Gayo Yogyakarta dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Didong dan Tari Guel, serta Relevansinya terhadap Ketahanan Budaya Daerah�. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui partisipasi pemuda Gayo dalam pelestarian kesenian tradisional Didong dan Tari Guel di Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui relevansi pelestarian kesenian tradisional Didong dan Tari Guel terhadap ketahanan budaya daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pemilihan informan atau sumber data dengan pertimbangan tertentu untuk memudahkan peneliti menjelajahi obyek serta memenuhi tujuan penelitian, dimaksudkan untuk menjamin keakuratan data yang peneliti perlukan. Partisipasi pemuda Gayo belum dapat dikatakan baik, ini disebabkan masih banyak kendala dan masih terdapat anggota pasif yang melebihi anggota aktif. Meskipun demikian pelestarian kesenian tradisional Didong dan Tari Guel di Yogyakarta masih terus dilakukan. Kecintaan pemuda Gayo akan kesenian dan kebudayaan yang dimilikinya menjadi dasar utama dalam usaha pelestarian kesenian Gayo di Yogyakarta. Relevansi pelestarian kesenian tradisional Gayo terhadap ketahanan budaya daerah yaitu : dengan menjaga keutuhan serta melestarikan kesenian Gayo secara tidak langsung menjaga keutuhan ketahanan budaya nasional.
Indonesia is a country that has a variety of ethnic and have differences, be it language, or culture. Enthusiastic socialized declining in studying and preserving the arts and culture, especially in the arts and culture Gayo, make art and to culture is prone to extinction or disappear from circulation. This study reviews "Gayo Yogyakarta Youth Participation in the Preservation of Traditional Arts Didong and Guel Dance and Its Relevance to the Regional Cultural Resistance". The purpose of this study are: 1. To determine the Gayo youth participation in the preservation of traditional arts Didong and Guel dance in Yogyakarta. 2. To determine the relevance of the preservation of traditional arts Didong and Guel dance against the resilience of local culture. This study used a qualitative research method selection techniques informants or sources of data with particular consideration to facilitate researchers exploring the objects and fulfill the purposes of research, intended to ensure the accuracy of the data that researchers need. Gayo youth participation can not be said to be good, this is due to many constraints and there are passive members that exceed active members. Nevertheless preservation of traditional arts Didong and Guel dance in Yogyakarta is still underway. Gayo youth will love arts and culture has become the main base in conservation efforts Gayo arts in Yogyakarta. Relevance preservation of traditional arts Gayo resilience regional culture, namely: to preserve the integrity and preserve the arts Gayo indirectly maintain the integrity of national cultural resilience.
Kata Kunci : Participation, Arts and Regional Cultural Resiliences