Laporkan Masalah

PENGARUH PUPUK HIJAU DAN UREA TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N TEBU DI ULTISOL TULANG BAWANG

WAHYU SETIARSO, Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P.; Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Ultisol merupakan tanah yang kurang subur, tetapi sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang potensial, asalkan dilakukan pengelolaan dengan memerhatikan kendala yang ada. Kekurangsuburan tanah ditambah dengan terjadinya pelindian atau erosi pada tanah dapat menyebabkan rendahnya tingkat efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hijau dan urea terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan serapan N tebu di Ultisol Tulang Bawang. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk hijau yang terdiri dari tiga taraf, yakni: tanpa pupuk hijau (B0); Crotalaria sp. atau orok-orok (B1); dan Mucuna sp. atau karabenguk (B2). Faktor kedua adalah dosis pupuk urea (N) yang terdiri dari empat taraf, yakni: tanpa pupuk urea (U0); 142 kg/ha atau 50% dari standar SGC (U1); 283 kg/ha atau 100% standar SGC (U2); 425 kg/ha atau 150% dari standar SGC (U3). Pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia tanah dan variabel pertumbuhan tanaman. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% apabila hasil analisis varian menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hijau dan urea berpengaruh nyata terhadap serapan N dan efisiensi serapan N. Kombinasi penggunaan tanaman Crotalaria sp. dan pupuk urea dengan dosis 142 kg/ha serta Mucuna sp. dan urea dosis 142 kg/ha merupakan kombinasi yang paling efektif dan ekonomis dalam meningkatkan kesuburan tanah dan memacu pertumbuhan tanaman tebu jika dilihat dari nilai serapan N tanaman dan efisiensinya.

Ultisols are infertile soils, but can be potential as long as the constraints are managed well. Leaching/erosion can happen easily. Those problems can cause the efficiency level of nutrients uptake become low. The objective of study were to determine the effects and the efficiency level of green manure and urea fertilization in improving soil chemical, sugarcane growth and N uptake. Research was conducted at PT Sweet Indolampung plant field located in district of Gedung Meneng, regency of Tulang Bawang, Lampung province. It was started from May 2013 until July 2014. The experiment was arranged in randomized complete block design (RCBD) two factors with three blocks as replication. The first factor was type of green manure, i.e. without green manure (B0), Crotalaria sp. (B1), and Mucuna sp. (B2). The second factor was urea (N) dosage consisting of 4 levels, i.e. without urea (U0); 142 kg/ha or 50% of SGC standard (U1); 283 kg/ha or 100% of SGC standard (U2); and 425 kg/ha or 150% of SGC standard (U3). The observations were done on several properties of soil chemical and the plant growth variables. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5 % level, and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level of significance. The results showed that the green manure and urea fertilization have a real effect on N uptake and its efficiency level. The combination of the use of Crotalaria sp. and urea fertilizer with 142 kg/ha dosage and the use of Mucuna sp. and urea fertilizer with 142 kg/ha was the most effective and economical combination in improving soil fertility and spurred the growth of sugarcane viewed from the value of N uptake and its efficiency.

Kata Kunci : bahan organik, pupuk hijau, serapan N, efisiensi serapan N