Laporkan Masalah

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI, KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI ESENSIAL DI KOTA SALATIGA TAHUN 2015

PRIMA KURNIATI HAMZAH, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH ; dr. Bambang Djarwoto, Sp.PD-KGH

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan gangguan ginjal. Kepatuhan minum obat antihipertensi sangat penting untuk mengontrol tekanan darah penderita hipertensi esensial. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dan kualitas tidur dengan pengontrolan tekanan darah tinggi sebagai penanda kesehatan fisik dan mental. Metode: Penelitian observational menggunakan studi cross-sectional. Sampel penelitian merupakan penderita hipertensi essensial yang mengunjungi klinik rawat jalan dari puskesmas di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Jumlah sampel adalah 250 orang yang diambil secara konsekutif sampling. Penelitian ini menggunakan 2 jenis kusioner yaitu Mowrisky-8 (M-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan minum obat antihipertensi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur. Tekanan darah terkontrol didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik <140 mm Hg dan diastolik tekanan darah <90 mm Hg. Skor M-8> 6 dikatagorikan responden patuh minum obat antihipertensi dan skor PSQI <5 dikatagorikan responden memiliki kualitas tidur baik. Kriteria inklusi adalah umur (18-65) tahun, memiliki riwayat tekanan darah sistolik >(140) mmHg dan diastolik > (90) mmHg tercatat dalam rekam medis. Kriteria ekslusi antara lain penderita hipertensi sekunder dan menggunakan obat tidur. Data dianalisis menggunakan regresi logistik, regresi cox hazard dan regresi poisson metode robbust. Hasil: Nilai skor rata-rata PSQI adalah (16 + 2) dan M-8 skor adalah (8 + 0). Prevalensi responden yang memiliki tekanan darah kontrol adalah 32,8%, pasien yang patuh minum obat antihipertensi 30,4% dan 23,2% yang memiliki kualitas tidur baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah terkontrol dengan kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi dengan prevalensi rasio [PR], 1,36; interval kepercayaan 95% [CI], 1,08-1,72 dan kualitas tidur baik dengan prevalensi rasio [PR], 1,30;. interval kepercayaan 95% [CI], 1,01-1,68. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik demografi dan fisik (usia, jenis kelamin, indexs massa tubuh dan gaya hidup (minum kopi, merokok dan olahraga) dengan tekanan darah terkontrol. Kesimpulan: Untuk mengontrol tekanan darah tidak hanya terkait dengan kepatuhan minum obat antihipertensi tetapi juga kualitas tidur. Perlunya melakukan studi prospektif dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas tidur dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi esensial.

Background : Uncontrolled high blood pressure increase the risk of heart attacks, strokes, kidney disorders. Adherence to antihypertensive medication is essential to blood pressure among patients with essential hypertension. This study examined the associated between the control of high blood pressure with adherence to antihypertensive medication and sleep quality as a marker of general physical and mental health. Methods: This is a cross-sectional study, including 250 concecutive essensial hypertensive patients visiting the outpatient clinics of a public health centre in Salatiga City, Central Java. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Mowrisky-8 (M-8) were administered to all subjects. Controlled blood pressure was defined by sistolic blood pressure <140 mm Hg and diastolic blood pressure <90 mm Hg. Good adherence antihypertensive medication was defined as M-8 > 6, good sleep quality as PSQI <5. Patients with major risk factors for secondary hypertension and using sedative medication were exclude. Data analysis used by multiple logistic regretion, cox hazard regretion and robust poisson regression. Results : The average PSQI score was 16 + 2 and M-8 score was 8 + 0. The prevalence of control blood pressure was 32,8%. There was 30,4% among subject reported good adherence to antihypertensive medication and 23,2% reported having good sleep quality. Controlled blood pressure was significantly associated with good adherence to antihypertensive medication (prevalention rate ratio [PR], 1,36; 95% confidence interval [CI], 1,08-1,72 and good sleep quality (prevalention rate ratio [PR], 1,30; 95% confidence interval [CI], 1,01-1,68. Demographic and physical characteristics (age, sex, body mass indexs and life style (drinking coffee, smoking and exercise) were not associated with controlled blood pressure. Conclusion: Blood pressure control is not associated with adherence to antihypertensive medication but also sleep quality. Prospective and intervention studies should be carried out to improve adherence and sleep quality in improving blood pressure control among patients with essential hypertension.

Kata Kunci : Tekanan darah terkontrol, kepatuhan, kualitas tidur /Blood pressure control, adherence antihipertensive, sleep quality.