Sindrom Nefrotik Inadekuat Terapi dan Hipertensi Grade II
YUNI PURWANTI, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K); dr. Pungky Ardani Kusuma, Sp.A(K), M.Sc.,Alm.
2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN ANAKLatar Belakang.Sindrom nefrotik merupakan penyakit ginjal terbanyak pada anak, dengan angka kejadian 15 kali lebih sering terjadi pada anak dibandingkan pada orang dewasa. Sindrom nefrotik berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak serta orang tua, karena sering kambuh pada sebagian besar kasus, membutuhkan pengobatan jangka panjang, efek samping pengobatan yang serius, komplikasi penyakit (infeksi, malnutrisi). Tujuan. Untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal serta mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin timbul pada anak penderita sindrom nefrotik. Metode. Pasien diikuti secara prospektif selama 18 bulan (Oktober 2013 - Maret 2015), setelah peneliti mendapat persetujuan tertulis dari orang tua pasien (proxy consent tertulis). Hasil.Luaran yang menunjukkanperbaikanadalah perbaikan klinis dan laboratorium sindrom nefrotik, komplikasi penyakit dapat dicegah, terlaksananya program imunisasi,tekanan darah normal, efek samping obat minimal, status gizi tetap baik, perbaikan pertumbuhan linear, perkembangan seksual sesuai usia, perbaikan nilai akademis, kepatuhan terapi, perbaikan kualitas hidup pasien, tidak didapatkan adanya gangguan perilaku atau depresi, terpenuhinya kebutuhan zat gizi secara optimal, perbaikan pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap penyakit, perbaikan kriteria rumah sehat, tidak dijumpai gangguan psikologis pada pasien dan orang tua, serta tersedianya fasilitas jaminan kesehatan. Kesimpulan. Tercapainya tumbuh kembang yang optimal serta komplikasi penyakit dapat dicegah pada anak penderita sindrom nefrotik yang dilakukan pemantauan secara berkala.
Background.Nephrotic syndrome is primarily a paediatric disorder and is 15 times more common in children than adults. Nephrotic syndrome impact on both mental and physical health, because its frequently relapsing in majority of cases, need for longterm treatment, have serious side effects, complication of disease (infection, malnutrition). Objective. To present optimal development and prevent complication in children with nephrotic syndrome. Methods. We conducted a prospective study during 18 months (October 2013 - March 2015), after obtaining approval from parents for children to participate (written proxy consent). Results. The outcomeswere improved both clinical and laboratory manifestations, can prevent complication of disease, can do immunization programme,blood pressure was normal, not seem side effects, good nutritional status, improved growth velocity, sexual development stage on her own age, improved academic values, compliance in therapy, improved quality of live, not seem personality disorder or depression, got optimal calories intake, improved knowledge of parents, improved health home criteria, not seem phychological disorder, and had health insurance. Conclusion. Can reach optimal development and can prevent complication of disease that will be used for continuous monitoring of children with nephrotic syndrome.
Kata Kunci : Sindrom nefrotik, tumbuh kembang optimal, anak