Laporkan Masalah

Prediktor Kematian Pada Anak Penderita Wilms Tumor

Yuni Purwanti, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K); dr. Pungky Ardani Kusuma, Sp.A(K), M.Sc., Alm.; Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K)

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Latar Belakang. Tumor Wilms merupakan keganasan ginjal terbanyak (95%) dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak. Angka kematian tumor Wilms di negara berkembang masih tinggi. Identifikasi prediktor kematian sangat diperlukan agar intervensi terapi lebih awal dapat dilakukan, sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan. Tujuan. Untuk mengetahui apakah stadium > III merupakan prediktor kematian tumor Wilms pada anak. Metode. Penelitian case control dilakukan pada anak dengan tumor Wilms usia 0- 18 tahun yang berobat di RSUP Dr Sardjito antara tahun 2005 dan 2012. Sebagai kasus adalah anak yang meninggal karena tumor Wilms, sedangkan anak yang hidup sebagai kontrol. Data diperoleh dari rekam medis. Analisis statistik dengan chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat dilakukan untuk menentukan odds rasio dan IK 95% dari faktor yang dianggap sebagai faktor risiko. Hasil. Sejumlah 35 anak dengan tumor Wilms dirawat di RSUP Dr Sardjito selama periode penelitian. Sembilan anak (26%) meninggal dan 26 anak hidup. Stadium > III merupakan prediktor kematian tumor Wilms pada anak (OR: 62,8; 95% CI: 5,6-70,5; p=0,001). Usia > 2 tahun (OR: 1,4; 95% CI: 0,1-14,3; p=0,78) dan laki-laki (OR: 1,2; 95% CI: 0,1-10,8; p=0,88) bukan merupakan prediktor kematian. Kesimpulan. Stadium > III merupakan prediktor kematian pada anak dengan tumor Wilms.

Background. Wilms tumor is the most common kidney tumor in children (95%). It is one of the leading causes of death in children and mortality rate is still high in developing countries. Identification of predictors for mortality is important to provide early intervention therapy, which leads to improvement of cure rates. Objective. To determine whether stadium > III as a predictor for mortality in children with Wilms tumor. Methods. A case control study of children (0-18 years of age) with Wilms tumor admitted to Dr Sardjito Hospital between 2005 and 2012 was conducted. The case group consisted of children who died from Wilms tumor, whereas the control group are children who survived. Data was collected by reviewing the medical records. Statistical analysis was done by using chi-square and logistic regression analysis was done to determine the odds ratio and its 95% CI of variables as the risk factors. Results. A total of 35 children with Wilms tumor were admitted to Dr Sardjito Hospital during the study period. Nine (26%) children were died and 26 were survive. Stage > III was a significant predictor for mortality in chidren with Wilms tumor (OR: 62.8; 95% CI: 5.6-70.5; P=0.001). Age > 2 years old (OR: 1.4; 95% CI: 0.1-14.3; P=0.78) and male (OR: 1.2; 95% CI: 0.1-10.8; P=0.88) were not predictors for mortality. Conclusion. Stage > III is a predictor for mortality in children with Wilms tumor.

Kata Kunci : tumor Wilms, prediktor kematian, anak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.