Perancangan Model Bisnis Kredit Motor Tradisional Corp
DHIKA PRATIWI N, Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc, PH.D
2015 | Tesis | S2 ManajemenPertumbuhan industri kendaraan bermotor di Jabodetabek terus mengalami peningkatan, terutama untuk sepeda motor. Perkembangan sepeda motor di Jabodetabek pesat karena harga BBM yang semakin meningkat, sehingga menggunakan sepeda motor menjadi lebih ekonomis. Salah satu daerah yang berkembang pesat untuk sepeda motor di Jabodetabek adalah daerah Bekasi. Bekasi merupakan lokasi yang memiliki perkembangan yang pesat untuk sepeda motor disamping kota Jakarta. Oleh karena itu, muncul beberapa dealer motor yang bekerjasama dengan multifinance untuk memberikan fasilitas kredit motor. Dealer motor yang sudah ada pada kenyataanya tidak dapat memenuhi kebutuhan para pekerja penghasilan harian untuk mengambil kredit motor. Hal itu dikarenakan fasilitas yang mereka miliki tidak dapat memenuhi kebutuhan para pekerja harian yaitu pembayaran cicilan secara harian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model bisnis kredit motor Tradisional Corp menggunakan metode peta empati.Hasil penelitian dimulai dari gambaran umum mengenai model bisnis yang telah ada yaitu Suzuki Jaya Makmur Motor. Selanjutnya, peta empati menunjukan bahwa potensi para pekerja penghasilan harian untuk mengambil kredit motor dengan pembayaran cicilan secara harian adalah hal yang menarik bagi para pelanggan. Hasil dari analisis menunjukkan keuntungan bisa didapat dari pemberian fasilitas pembayaran cicilan secara harian. Perhitungan NPV yang positif menunjukan bahwa bisnis ini layak untuk direalisasikan.
The growth of the automobile industry in Jabodetabek continues to increase, especially for motorcycles. Growth of motorcycles in Jabodetabek increased rapidly due to increasing fuel prices, so that using motorcycles more economics. One of the area which is growing rapidly in Jabodetabek is Bekasi. Bekasi is constitutes area which have rapidly growth for motorcycle beside Jakarta. Because of this arise some motorcycle dealers in collaboration with finance companies to provide credit facilities motors. The existing motorcycle dealer cannot meet the needs of daily income workers to take the credit on their motorcycles. That is because they do not have facilities for the workers to repayments on a daily basis. This study aims to create a business model motorcycle loans Traditional Corp using empathy map. The results of the research started from a general overview of the existing business model of Suzuki Jaya Makmur Motor. Empathy map shows that the potential daily income workers to take motor loans with daily installment is attractive to customers. Results of the analysis showed the advantages can be gained from the provision of installment payment facility on a daily basis. A positive NPV calculation shows that the business is feasible to be realized.
Kata Kunci : credit, motors, traditional corp, customers, empathy maps, business model