PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN DIKOTA JAMBI
TRI AGUSTINI, Sigit Riyanto, S.H.,MSi
2015 | Tesis | S2 HUKUM LITIGASIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan, Kendala-kendala yang ditemui pada saat pelaksanaan perlindungan serta bagaimana cara mengatasi kendala-kendala sehingga perlindungan hukum tidak dapat diberikan secara maksimal kepada anak yang menjadi korban tindak pidana pencabulan Di Kota Jambi. Jenis penelitian adalah penelitian hukum normatif empiris, dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara rinci tentang objek yang dikaji dengan memanfaatkan norma-norma hukum yang ada sebagai sumber datanya dan mengetahui bagaimana pelaksanaannya dilapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencabulan menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 terdiri dari dua sisi yaitu dari sisi terdakwa dan dari sisi korban tindak pidana pencabulan dengan memberikan upaya rehabilitasi, pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli, baik fisik, mental, maupun sosial dan pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. Hambatan dan solusi di dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan pencabulan antara lain hukum terlalu mengedepankan hak-hak tersangka/terdakwa, sementara hak-hak korban diabaikan sehingga korban kejahatan kurang memperoleh perlindungan hukum yang memadai, baik perlindungan yang sifatnya immateriil maupun materiil. Penyelesaian hambatan ini adalah dengan memberikan perlindungan kepada korban tindak pidana pencabulan yang masih anak-anak dengan berbagai upaya yang harus dilakukan oleh pihak pengadilan dengan keluarga korban. Korban pencabulan merupakan individu yang menderita secara fisik, mental dan sosial karena tindakan kejahatan, bahkan korban dapat menderita ketakutan berkepanjangan, hal ini dikarenakan korban pencabulan selain menderita secara fisik, juga mengalami tekanan batin yang hebat akibat tindakan tersebut,. Sistem pemidanaan KUHP Indonesia tidak menyediakan pidana ganti rugi bagi korban pencabulan, upaya penyelesaian hambatan tersebut adalah perlunya korban memperoleh atau mendapatkan ganti rugi secara material untuk membiayai berbagai biaya yang telah dikeluarkan oleh korban
This study aims to determine how the implementation of the legal protection of children as victims of criminal acts of smutty, constrains encountered during the implementation of protection and how to overcome obstacles that can not be given maximum legal protection to children who are victims of criminal acts of abuse in Jambi city. This study uses emprical normative legal research, reviewing legislation and literature related to the legal protection of children who are victims of criminal acts of smutty that apply to how its implementation in Jambi, Result of the application will create an understanding of the realization of the legislation related to the implementation of the legal protection of child victims of criminal acts of smutty, whether it should run or not. Analysis result shows that law protection towards violation doing an injustice victim follows law no. 35 year 2014 consist of two sides that is from defendant side and from violation doing an injustice victim side with give rehabilitation efforts, physical good, way of thinking, also social and gift accesibility to get information hits case development. obstacle and solution in law protection execution towards violation violencevictim child among others law too put forward suspect/defendant rights, temporary victim rights is ignored so that crime victim less get law protection, good protection in character. This obstacle completion with give protection to violation doing an injustice victim that still children with various efforts that must be done by court side with victim family. Violation victim is individual that suffer physically, way of thinking and social because crime action, even victim can suffer continuous fear, this matter is caused by violation victim besides suffers physically, also experience action consequence great mind pressure, completion from obstacle existence that violation doing an injustice victim then given support either from family and society so that can cause the loss of scare on crime that befall it. Law of system in Indonesia doesn't prepare criminal changes to lost for violation victim, obstacle completion efforts the importance of victim gets or get to change to lost according to materials to finance various cost that taked byvictim.
Kata Kunci : Perlindungan anak, korban, pencabulan