Laporkan Masalah

COMEDY JIHAD: MUSLIM AND MIDDLE EASTERN AMERICAN LAUGHTER IN POST 9/11 AMERICA

SAKDIYAH MA'RUF, Dewi Haryani Susilastuti, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Sakdiyah Maruf. 2015. Jihad Komedi: Tawa Warga Muslim dan Keturunan Timur Tengah Amerika pasca 11 September. Kajian terhadap the Axis of Evil Comedy Tour. American Studies. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada. Paska 11 September berdiri sebagai saksi mata mengemukanya komika Muslim dan Keturunan Timur Tengah di Amerika yang mencuri perhatian untuk menanggapi prasangka, diskriminasi dan pelanggaran hak terhadap mereka. Meskipun standup comedy (selanjutnya komedi tunggal) telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Amerika, munculnya komika Muslim dan Timur Tengah ini cukup baru. Pada masa kami versus kalian pertanyaannya adalah mengapa kelompok liyan ini memilih komedi tunggal? Bagaimana mereka menciptakan humor mereka? Dan bagaimana humor berfungsi dalam konteks Paska 11 September di Amerika. Merujuk pada penampilan the Axis of Evil Comedy Tour, kajian ini menggunakan teori Stigma yang dikemukakan oleh Erving Goffman untuk melihat pengalaman warga Muslim dan Keturunan Timur Tengah Amerika melalui humor mereka dan menemukan tema serta strategi canda mereka. Sebagai tambahan, kajian ini juga menggunakan teori Standup Comedy sebagai Mediasi Sosial dan Budaya yang dikemukakan oleh Lawrence Mintz dan menggabungkannya dengan teori Anatomi Humor karya Arthur Asa Berger untuk melihat komedi tunggal sebagai seni yang memampukan untuk minoritas dan masyarakat marginal. Penampilan komedi tunggal tersebut dijabarkan dengan menggunakan Qualitative Content Analysis terhadap transkrip penampilan tersebut. Lebih lanjut lagi, kajian ini dilakukan dalam kerangka New American Studies yang dikemukakan oleh John Carlos Rowe yang menunjukkan adanya pergeseran dari paradigma American Exceptionalism menuju pengakuan terhadap pengalaman Amerika yang unik melalui suara rakyat Amerika terlepas dari gender, ras, dan kelas sosial mereka. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa komedi tunggal terus menerus menjadi salah satu metode yang efektif bagi minoritas dan kelompok tertindas untuk membawa definisi positif terhadap diri mereka dan merobohkan stereotip terhadap mereka. Komedi tunggal adalah seni yang memampukan dalam arti bahwa komika berdiri sendiri tanpa dukungan properti atau set yang berlebihan sehingga ia tidak bisa melakukan hal lain kecuali bersikap jujur dan rendah hati untuk memperoleh penerimaan dari penonton. Komika sering memainkan peran sebagai negative exemplar yang memotret diri mereka sendiri sebagai korban masyarakat dalam rangka membebaskan diri mereka dari tantangan balik dan mengembalikan standar yang dibuat masyarakat kepada masyarakat itu sendiri. Standup komedi juga memberikan ruang untuk ruang tawa yang memungkinkan komika untuk terlibat dalam kritik keras terhadap masyarakat namun dengan resiko terbatas namun dengan dampak yang lebih kuat. Penciptaan humor the Axis of Evil Comedy Tour mengandalkan pada pengalaman dan kritik terhadap meningkatnya pengawasan terhadap Muslim dan Warga Timur Tengah, citra media yang melakukan diskriminasi terhadap kelompok ini serta stigma dan prasangka terhadap mereka. Teori Stigma membantu menjelaskan bahwa tema-tema ini sangat efektif untuk diwujudkan dalam bentuk lawakan karena pengalaman orang yang terstigma langsung menunjuk pada kelemahan masyarakat dan struktur yang mereduksi kemanusiaan menjadi stereotipe saja. Tiga tipe Stigma yang dikemukakan Erving Goffman yaitu kekurangan tubuh, identitas etnis, dan identitas agama terwujud dalam humor the Axis of Evil Comedy Tour. Komika dalam pertunjukkan tersebut membahas isu ini dengan menggunakan teknik-teknik humor seperti satire, irony, over-literalness, exaggeration, parody, dan beberapa teknik lain untuk menunjukkan kelemahan Amerika dalam sikap abai terhadap keberagaman dan struktur sosial totaliter yang menempatkan liyan sebagai kelompok yang harus menerima diri mereka sebagai kurang dari yang lain. Akhirnya, humor the Axis of Evil berfungsi untuk membangun makna baru sebagai Warga Muslim dan Timur Tengah Amerika, membangun keterikatan kelompok, dan menunjukkan posisi mereka di masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meredakan ketegangan. Fungsi ini pada akhirnya menuju pada fungsi akhir yaitu bertahan hidup.

Sakdiyah Maruf. 2015. Comedy Jihad: Muslim and Middle Eastern American Laughter in Post 9/11 America. A Study of the Axis of Evil Comedy Tour. American Studies. Faculty of Cultural Science. Universitas Gadjah Mada. The aftermath of Post 9/11 witnessed the rise of Muslim and Middle Eastern American standup comic taking center stage to response prejudice, discrimination and violation of rights against them. While standup comedy has been a long standing tradition of public joking in America, the rise of Muslim and Middle Eastern American comic is relatively new. In time of the prophetic dualism of us versus them, the question is why is this group of the other chooses standup comedy? How do they create their humor? And how does the humor function in the context of Post 9/11 America. Focusing on the performance of the Axis of Evil Comedy Tour, this study is using Erving Goffman theory of Stigma to look at the experiences of Muslim and Middle Eastern American through their humor and thus locate the themes and strategy of the humor. In addition, it also employs theory of Standup Comedy as Social and Cultural Mediation coined by Lawrence Mintz and combines it with Anatomy of Humor proposed by Arthur Asa Berger to look at standup comedy as enabling art for the minority and marginalized. The performance is scrutinized through using Qualitative Content Analysis on the full transcript of the performance. Moreover, the study is conducted under the umbrella of Rowe New American Studies approach which indicate departure from the paradigm of American Exceptionalism and the acknowledgement of the best of what is told and written to acknowledging unique American experiences through the genuine voices of the Americans regardless of gender, race and class that is reflected through their work of art. The findings of the study demonstrate that standup comedy continue to be one of the most effective method of the minorities and marginalized to gain positive definition about them and to debunk stereotypes against them. Standup comedy is an enabling art in a sense that the comic is standing on his own without the support of props or extravagant setting and therefore is expected to display honesty and humility in order to gain acceptance from the audience. The comic play the role as negative exemplar portraying themselves as victim of society in order to set them free from repercussion and reflect the societal standards back to the society. Standup comedy also provides space for comic insulation which allows comics to engage in delivering criticism with minimum risk yet stronger impact. The creation of the humor of the Axis of Evil Comedy Tour relies on rendition of experience and criticism on increased securitization and rising scrutiny against Muslim and Middle Eastern American, media images discriminating this group, and stigma, prejudice, stereotypes directed against them. The stigma theory helps explain that these themes are very effective to be constructed into jokes because the experience of the stigmatized immediately points at the flaws of the societal standard and structure which reduce people into stereotypes and dehumanizes them. The three types of Stigma coined by Goffman namely abominations of the body, ethnic identity and religious identity are all evident in the experience of Muslim and Middle Eastern American reflected in the jokes of the Axis of Evil Comedy Tour. The comics exploit these themes using several techniques of humor including satire, irony, over-literalness, exaggeration, parody, and several other techniques to demonstrate that first they are not as people perceived them to be and that the American society is very much flawed in their ignorance towards diversity and their totalitarian social structure which put the others as the groups that has to adapt or pass or accept their lesser self. Finally the humor of the Axis of Evil functions to build new meaning on being Muslim and Middle Eastern American, building in-group cohesion among themselves and fellow minorities and marginalized, setting up their position in the society and finally relieving tension. These functions lead to the final function of survival.

Kata Kunci : Standup Comedy, Stigma, Muslim and Middle Easterner American, post 9/11

  1. S2-2015-290743-abstract.pdf  
  2. S2-2015-290743-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-290743-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-290743-title.pdf