Laporkan Masalah

KONDISI LINGKUNGAN FISIK DAN SOSIAL SERTA LAMA WAKTU BERMAIN DI LUAR RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEGEMUKAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI KOTA YOGYAKARTA

IKA AGUSTINA, Prof. dr. Madarina Julia, Sp. A (K), Ph. D ; dan Dr.Ir. I Made Alit Gunawan, M.Si

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

INTISARI Latar belakang : Prevalensi kegemukan pada anak di Kota Yogyakarta sejak tahun 2007 tidak mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah semakin menurunnya lama waktu bermain anak di luar rumah akibat dari kondisi lingkungan fisik dan sosial di masyarakat yang tidak mendukung. Tujuan : Menganalisis kondisi lingkungan fisik dan sosial serta kaitannya dengan lama waktu bermain di luar rumah dan kegemukan pada anak prasekolah di Kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Kasus adalah anak prasekolah yang diidentifikasi gemuk (Z score berdasarkan BB/TB > 2 SD), kontrol adalah anak yang tidak gemuk (Z score berdasarkan BB/TB ≤ 2 SD) dengan matching usia dan jenis kelamin. Lokasi penelitian adalah Kota Yogyakarta dengan pemilihan sampel menggunakan metode multistage sampling. Sampel kasus dan kontrol masing-masing kelompok adalah 101 orang (1:1). Uji statistik Mc-Nemar dan conditional logistic regression dilakukan untuk mengidentifikasi variabel yang merupakan faktor risiko. Hasil : Anak yang bermain di luar rumah kurang dari 2 jam berisiko lebih tinggi menjadi gemuk (OR=2,27, CI=1,14-4,52). Kondisi lingkungan fisik dan sosial menjadi efek modifier pada lama waktu bermain di luar rumah yang kemudian meningkatkan risiko kegemukan anak. Lingkungan padat penduduk dan ketersediaan halaman menjadi faktor protektif untuk anak bermain kurang dari 2 jam (AOR=0,42 ;CI=0,22-0,79 ; AOR=0,28; CI=0,12-0,65). Anak yang memiliki ibu berpersepsi negatif pada kondisi lingkungan sosialnya berisiko bermain kurang dari 2 jam (AOR=2,02; CI=1,02-4,02). Kesimpulan : Anak yang bermain di luar rumah kurang dari 2 jam memiliki risiko menjadi gemuk lebih tinggi. Lama waktu bermain anak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik dan sosial. Kata kunci: kegemukan, lingkungan fisik, lingkungan sosial, bermain di luar rumah, anak prasekolah

ABSTRACT Background : The prevalence of childhood obesity in Yogyakarta Municipality has increased in recent years. The physical and social environment of which are not designed properly may limit the time for children's outdoor activity. Objectives : This study tried to investigate the links between parents perceptions of their social and built environment with outdoor playing time and obesity among preschool children in Yogyakarta Municipality. Methods : This is a case-control study. Cases were identified as obese preschoolers (Z score based on W / H> 2 SD) and controls were children who were not obese (Z score based on W / H ≤ 2 SD) and matched by sex and age. Data were collected in the Yogyakarta Municipality. Samples were selected using multistage sampling method. The sample of cases and controls were 101 people (1: 1), respectively. Mc-Nemar statistical tests and conditional logistic regression were performed to identify the risk factors for preschool obesity. Results : Children who play outdoors less than 2 hours were at higher risk of becoming obese (OR = 2.27, CI (1,14-4,52)); Built and social environment seems to be a modifier for outdoor playing time that will impact the odds of obesity among preschool children. Children living in low residential density and has a courtyard risky play less than 2 hours higher (AOR=0,42 ;CI=0,22-0,79 ; AOR=0,28; CI=0,12-0,65). Further analysis suggests that mothers who have a negative perception of the social environment increase the risk of their children to playing less than 2 hours (AOR=2,02; CI=1,02-4,02). Conclusion : Preschool children who played outdoor less than 2 hours had a higher risk of becoming obese. Outdoor playing time was associated with built and social environment.

Kata Kunci : Obesity, outdoor playing time, built environment, social environment, preschool

  1. S2-2016-354308-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354308-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354308-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354308-title.pdf