PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MAKAN REMAJA BERAT BADAN BERLEBIH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA YOGYAKARTA
MARWAN RIKI GINANJAR, Dr. Susetyowati.,DCN.,M.Kes; Dr. Toto Sudargo.,S.KM.,M.Kes
2016 | Tesis | S2 KeperawatanINTISARI Latar belakang: Berbagai perkembangan pada remaja jika tidak berjalan dengan baik dapat menyebabkan gangguan dalam diri remaja, seperti berat badan berlebih. Di Indonesia, 6% anak usia 6-14 tahun dan 19% anak usia di atas 15 tahun memiliki berat badan berlebih. Prevalensi berat badan berlebih pada remaja usia 13-15 tahun di DIY lebih tinggi yaitu sebesar 10,9%, terdiri dari 6,7% kegemukan dan 4,2% obesitas dengan prevalensi tertinggi terjadi di Kota Yogyakarta sebanyak 13,5%. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kebiasaan makan remaja berat badan berlebih. Metode. Penelitian quasi experiment menggunakan pre-post test with control group. Partisipan penelitian adalah remaja berat badan berlebih di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 4 dan 1 Yogyakarta sebanyak 30 responden kelompok perlakuan dan 30 responden kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) pada bulan September sampai Oktober 2015. Analisis data dilakukan analisis univariabel dan bivariabel menggunakan uji t. Hasil. Perilaku makan remaja berat badan berlebih kelompok perlakuan saat awal dan akhir penelitian secara statistik mengalami perubahan bermakna (p = 0,002, IK 95% 5,72-16,48). Setelah diberi pendidikan kesehatan, kedua kelompok secara statistik memiliki perbedaan bermakna pada perubahan perilaku makan (p < 0,001, IK 95% -23,55-(-)8,72). Kesimpulan. Pendidikan kesehatan memberikan pengaruh dengan memperbaiki perilaku makan remaja berat badan berlebih. Kata Kunci: pendidikan kesehatan, perilaku makan, remaja, berat badan berlebih
ABSTRACT Background: Developments in adolescents if it is not running properly can cause disturbances in adolescents, such as excess weight. In Indonesia, 6% of children aged 6-14 years and 19% of children aged above 15 years were overweight. The prevalence of overweight in adolescents aged 13-15 years in the DIY higher at 10.9%, composed of 6.7% overweight and 4.2% obese with the highest prevalence occurred in the Yogyakarta as much as 13.5%. Objective: to determine the effect of health education on adolescents overweight eating behavior. Methods: The quasi-experimental study using pre-post test with control group. Study participants were overweight adolescents in Junior High School Yogyakarta Muhammadiyah 4 and 1, as many as 30 respondents 30 respondents treatment group and control group. Data were collected using instruments Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) from September to October 2015. Data analysis was performed univariate and bivariate analysis using t test. Results: Overweight adolescent eating behavior treatment groups at the beginning and end of the study statistically significant change (p = 0.002, 95% CI 5.72 to 16.48). After being given health education, both groups had statistically significant differences in changes in eating behavior (p < 0.001, 95% CI -23.55 - (-)8.72). Conclusion: Health education gives positive effect to improve eating behaviors overweight adolescents. Keywords: health education, eating behavior, adolescents, overweight
Kata Kunci : Kata Kunci: pendidikan kesehatan, perilaku makan, remaja, berat badan berlebih