Laporkan Masalah

ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR-PERILAKU-KINERJA INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA ATAS RENCANA KONSOLIDASI BANK SYARIAH BUMN

WHENDY PAMUNGKAS P P, Rangga Almahendra, Dr. ,S.T., M.B.A.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Konsolidasi bank syariah milik BUMN menjadi satu entitas bank syariah baru oleh pemerintah akan mengakibatkan adanya perubahan struktur pasar. Perubahan struktur pasar akan direspon oleh bank syariah di dalam industri dengan mengubah perilaku agar tetap mampu bersaing sehingga pada akhirnya perubahan perilaku tersebut mengubah kinerja industri perbankan syariah secara umum. Analisis struktur-perilaku-kinerja dapat menjelaskan perubahan apa yang akan terjadi pada industri perbankan syariah apabila konsolidasi bank syariah BUMN dilakukan. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum konsolidasi mulai tahun 2009 hingga tahun 2014 terjadi penurunan nilai CR4 dan HHI (aset, pembiayaan, dan DPK) yang artinya struktur pasar menjadi lebih tidak terkonsentrasi. Namun adanya konsolidasi akan mengubah struktur pasar aset, pembiayaan, dan DPK kembali menjadi semakin terkonsentrasi. Selain itu, setelah konsolidasi terjadi peningkatan barrier to entry pada industri perbankan syariah seiring dengan meningkatnya jumlah jaringan kantor dan ATM bank syariah BUMN setelah konsolidasi dilakukan. Adanya konsolidasi juga akan mengubah perilaku bank-bank syariah di Indonesia untuk menyesuaikan dengan persaingan baru yang terbentuk yaitu oligopoli ketat dengan tingkat konsentrasi pasar tinggi. Beberapa bank syariah termasuk bank syariah milik BUMN telah menunjukkan perilaku yang tepat dengan bersaing pada aspek diferensiasi dengan indikasi NOM yang tinggi. Namun ada tiga bank yaitu Bank Muamalat, Bank Victoria Syariah dan Bank Syariah Bukopin yang harus menyesuaikan diri pada persaingan yang baru karena memiliki nilai NOM dibawah 5,5%. Kinerja bank syariah dengan NOM diatas 5,5% termasuk bank syariah milik BUMN menunjukkan kinerja yang sangat baik, namun bank dengan NOM dibawah 5,5% tidak semuanya memiliki kinerja yang baik. Menghadapi persaingan oligopoli, bank syariah harus lebih sensitif terhadap strategi yang dilakukan pesaing agar kinerjanya tidak jauh dari kriteria standar kesehatan bank menurut OJK.

The consolidation of state-owned islamic banks into a new entity of state-owned islamic bank will lead to a change in market structure. Change in market structure will be responded by islamic banks by changing conduct in order to stay competitive so it could effect performance of islamic bank's industry in general. The analysis of structure-conduct-performance (SCP) could explain what changes will occur to the industry if this consolidation will really be performed. The result revealed that before consolidation has begun in 2009 until 2014, decreasing of CR4 and HHI (asset, financing and funding) was happened. It means that market structure became more unconcentrated. However within this consolidation, change of market structure, financing and funding will be more concentrated. Further, this consolidation will lead to increase of barrier to entry in the industry as the number of branches and ATM of state-owned islamic banks are increasing. It also changes conduct of islamic banks in Indonesia by adjusting to new competition, tight oligopoly with high level of market concentration. Some islamic banks have demonstrated proper conduct by competing in differentiation with high indication of NOM. Performance of islamic banks with NOM above 5.5% have shown excellent performance. However there are three banks that have to adapt to new competition as they have low NOM (under 5.5%). Facing the oligopoly competition, islamic banks should be more sensitive to the strategies that are implemented by competitor so their performances will have good risk base bank rating according to OJK.

Kata Kunci : struktur-perilaku-kinerja, konsolidasi, bank syariah BUMN