Laporkan Masalah

Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Depresi Pada Wanita Infertil Di Klinik Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

GABRIELLA PRATINI, Dr. dr. Carla R Marchira, Sp.KJ(K); dr. Budi Pratiti, Sp. KJ

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Depresi merupakan gangguan suasana perasaan (mood) atau afek dengan atau tanpa disertai ansietas. Wanita infertil memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami depresi, menolak untuk menerima kenyataan, ansietas, agresi, kurang energi, ketegangan, dan kebingungan. Studi yang dilakukan di Riyadh menunjukkan tingkat pendidikan dan pekerjaan tidak mempunyai efek pada wanita infertil sedangkan studi lain yang dilakukan di Iran menunjukkan ansietas dan/atau depresi memiliki korelasi negatif dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin rendah ansietas dan/atau depresi yang dialami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan depresi pada wanita infertil di Klinik Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yang dilakukan dengan desain cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan metode consecutive sampling dimana data diambil dari booklet yang berisi data pribadi responden yang disertai dengan kuisioner BDI yang diisi oleh responden setelah menandatangani informed consent. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan dengan status depresi dengan p=0,063 (p>0,05). Kata kunci: infertilitas, wanita infertil, tingkat pendidikan, depresi, cross sectional, consecutive sampling, BDI.

Background: Depression is a mood or affective disorder with or without anxiety. Infertile women experience higher risk to develop depression, reject to accept the truth, anxiety, aggressive, decreased energy, tense, and confuse. A study conducted in Riyadh showed that education level and occupation didn't affect infertile women while another study conducted in Iran showed that anxiety and/or depression have negative correlation towards education level. The higher the education level, the lower the anxiety and/or depression they develop. Objectives: The objective of this research is to identify the correlation between education level and depression in infertile women in Klinik Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Method: This is an observational analytic research using cross sectional study design. Sample is chosen by consecutive sampling method where data is taken from the booklet written with respondent's personal information followed by a BDI questionnaire filled by the respondent after signing the informed consent. Result: There is no statistically significant correlation between education level and depression status as p=0,063 (p>0,05). Keywords: infertility, infertile women, education level, depression, cross sectional, consecutive sampling, BDI.

Kata Kunci : infertilitas, wanita infertil, tingkat pendidikan, depresi, cross sectional, consecutive sampling, BDI.

  1. S1-2015-335318-abstract.pdf  
  2. S1-2015-335318-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-335318-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-335318-title.pdf