EVALUASI PENDAPATAN MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA PASCA BENCANA LAHAR DI SUB DAS PUTIH KABUPATEN MAGELANG
AHMAD SYUKRON P., Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si, M.Si; Dr Danang Sri Hadmoko, S.Si, M.Sc
2016 | Tesis | S2 GeografiBencana lahar tahun 2011 memberikan dampak negatif dengan banyak material lahar yang terendapkan di sekitar Sub-DAS Putih, serta hilangnya mata pencaharian utama mayoritas masyarakat di sekitar Sub-DAS Putih. Namun hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak yang berada di sekitar Sub-DAS Putih dengan melakukan alih mata pencaharian untuk melanjutkan hidup pasca hilangnya mata pencaharian akibat bencana lahar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi alih mata pencaharian serta persebarannya, membandingkan pendapatan masyarakat terdampak lahar sebelum dan sesudah bencana lahar, dan menganalisis manfaat material lahar khususnya bagi masyarakat yang beralih mata pencaharian penambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan mendalam. Wawancara terstruktur secara kuantitatif dilakukan kepada masyarakat yang rumahnya terdampak lahar, sedangkan wawancara mendalam secara kualitatif dilakukan kepada kepala dusun. Metode before and after comparasions digunakan untuk membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah bencana lahar, serta kebermanfaatan lahar diketahui melalui kemampuan masyarakat terdampak membangun bangunan berdasarkan standar 4 standar yaitu PU, Kontraktor, BPS, dan Masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang beralih ke penambang dari tahun 2011 hingga 2015 adalah petani dengan fluktuasi secara berturut-turut 25% (2011), 26% (2012), 26% (2013), 20% (2014), dan 20% (2015) yang tersebar di 4 dusun, yaitu Dusun Gempol (Desa Jumoyo), Dusun Candi (Desa Sirahan), Dusun Sirahan (Desa Sirahan), dan Dusun Gebayan (Desa Sirahan). Hasil evaluasi pendapatan secara keseluruhan masyarakat yang melakukan alih mata pencaharian ke penambang mengalami peningkatan dari mata pencaharian sebelumnya sebesar Rp12.500 hingga Rp100.000 per-hari. Standar Kontraktor, BPS, dan Masyarakat adalah standar membangun bangunan yang mampu dicapai oleh pendapatan masyarakat penambang, hal ini juga membuktikan bahwa masyarakat terdampak mampu memanfaatkan material lahar.
Lahar disaster in 2011 had a negative impact with lots of lahar material deposited around Putih Sub-Watershed and effected communities main job as farmers. Lahar material deposit used by communities to change their job to continue to live after loss job that affected by lahar disaster. The aim of this study is to identify the change of their job and their spreads, comparing the income of affected communities before and after the lahar disaster, lahar material and analyze the benefits, especially for people who changed jobs into miners. Structured and in-depth interview method used in this study. Structured interview quantitatively used for community homes that effected by lahar disaster and in-depth interview qualitatively for hamlet chief. Before and after comparison method used to compare the community income before and after the lahar disaster. As well as benefit of lahar material that know through the community capability that affected lahar disaster to build building base on 4 standard, there are PU (public works service), Contractor, BPS (Central Bureau of Statistics), and community itself. The result of this research indicates that the majority of people that change jobs into miners from 2011 to 2015 are farmers that fluctuated respectively 25% (2011), 26% (2012), 26% (2013), 20% (2014, and 20 % (2015), which spread in 4 hamlets, namely Gempol Hamlet (Jumoyo Village), Candi Hamlet (Sirahan Village), Sirahan Hamlet (Sirahan Village), and Gebayan Hamlet (Sirahan Village). The evaluation result of the overall income of the community who change to miner lahar material rose by Rp12.500 to Rp100.000 per day. Standard to build buildings by Contractor, BPS (Central Bureau of Statistics), and the community is the standard build buildings that can be achieved by people's income miners, it also proves that the affected communities are able to utilize lava material.
Kata Kunci : material lahar, alih mata pencaharian, pendapatan, evaluasi, manfaat