PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN KLINIS PEMERIKSAAN KORBAN KEKERASAN PADA MAHASISWA TINGKAT PROFESI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA
HUSNI MUARIF, Dr. Shinta Prawitasari, M.Kes, Sp.OG(K); dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERIndonesia mengalami situasi darurat kekerasan terhadap perempuan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dengan tajam sejak tahun 2004 hingga 2014. Dokter memiliki peran untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban kekerasan dengan profesional. Oleh karena itu diperlukan modul yang teruji untuk meningkatkan keterampilan dokter dalam pemeriksaan kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas modul pelatihan kekerasan terhadap perempuan. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental non-randomized post-test controlled. Subjek dibagi menjadi kelompok uji yang mendapatkan pelatihan berdasarkan modul dan kelompok kontrol yang diberi leaflet. Subjek kemudian dinilai keterampilannya menggunakan checklist dalam role-play. Terdapat perbedaan rerata kelompok kontrol (n=22) (x=71,7% + 12,1) dengan kelompok uji (n=21)(x=90,1% + 5,7) dimana kelompok uji memiliki rerata lebih tinggi (delta=18,4%) secara signifikan (p=0,000). Pelatihan juga memiliki hubungan cukup kuat dengan keterampilan (r=0,70). Terdapat perbedaan rerata keterampilan antara populasi yang mendapatkan Pelatihan Modul Penanganan Medis Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dibanding populasi kontrol. Pelatihan Modul Penanganan Kekerasan Pada Korban Kekerasan Perempuan dan Anak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan rerata nilai keterampilan klinis.
Indonesia has undergone an emergency situation about women violence. This is caused by rapidly increasing cases of violence against women from 2004 until 2014. Physician have an important role to give professional health service for victims. Therefore, it is a necessary to have a reliable module to improve phycisian(apostrophe)s skill in violence examination. This study is aimed to test the effectiveness of module of violence against women examination training. Study is using quasi-experimental non-randomized post-test controlled design. Subject divided to test group which get the training based on the module and control group which only given a brochure. Subject(apostrophe)s clinical skill then measured using checklist in a role-play There is difference between the mean of control group (n=22)(x=71,7% + 12,1) and test group (n=21)(x=90,1% + 5,7), where the test group is significantly higher (delta=18,4%)(p=0,000). Training also has a rather strong relationship with clinical skill on examination (r=0,70). There is difference between the mean of clinical skills of population who get the training based on (quote)Modul Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak(quote) and control population. The training based on (quote)Modul Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak(quote) have a significant relationship with the increase of the means of clinical skills point.
Kata Kunci : kekerasan terhadap perempuan, modul, pelatihan, tenaga kesehatan, dokter, keterampilan klinis, pemeriksaan, violence against women, module, training, healthcare provider, physicians, clinical skill, examination