PEMODELAN BAWAH PERMUKAAN GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA PASCA MELETUS TAHUN 2010 BERDASARKAN ANOMALI GEOMAGNETIK
RUSNI R RIFAI, S.PD, Dr. WAHYUDI
2016 | Tesis | S2 Ilmu FisikaRusni R Rifai 09/293406/PPA/03153 Telah dilakukan pengukuran medan magnetik di daerah Gunung Merapi, Yogyakarta, pasca erupsi tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data magnetik kemudian membandingkan data sebelum dan sesudah erupsi tahun 2010. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan melakukan analisis terhadap pola anomali medan magnet total Gunung Merapi, sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan dengan pemodelan struktur bawah permukaan Gunung Merapi. Berdasarkan peta anomali magnetik total di daerah penelitian menunjukkan kontras nilai -1600 nT hingga 600 nT. Anomali negatif terlihat pada peta anomali sesudah erupsi tahun 2010 di sebelah timur laut Merapi yaitu daerah Boyolali yang sebelumnya nilai anomali negatif ini tidak terlihat pada peta anomali sebelum erupsi tahun 1997. Pada pemodelan 2,5D dengan menggunakan program Mag2DC for windows dari kontur anomali lokal hasil kontinuasi ke atas pada ketinggian 9500 meter memperlihatkan bahwa benda penyebab anomali berada pada klosur utama dengan nilai kontras tinggi terdapat di daerah Boyolali yaitu dibagian timur Merapi yang dideteksi sebagai magma.
RUSNI R RIFAI 09/293406/PPA/03153 A magnetic field measurement had been done around the Merapi volcano, Yogyakarta, after its eruption on 2010. The objectives of this study are to analyze magnetic data and to compare the data with orther magnetic data measured before the eruption of Merapi volcano on 2010. A qualitative interpretation was carried out by analyzing the total magnetic field anomaly of Merapi volcano, while a quantitative interpretation was carried out by modelling the structure beneath the Merapi volcano. Total magnetic anomaly maps show magnetik value of -1600 nT to 600 nT . Negative anomaly was found to the northwestern area of Merapi volcano, i.e. Boyolali region, after the 2010 eruption, while that of negative anomaly was not previously seen in the anomaly maps before the 1997 eruption. 2.5D modeling using Mag2DC for windows (based on local anomaly contour from upward continuation at elevation of 9500 meter above sea level) resulted in the anomaly closure with high contrast value to the eastern area of Merapi volcano (Boyolali region), interpreted as magma.
Kata Kunci : Pemodelan, Kantong magma, Intensitas magnet total.