Laporkan Masalah

CORRELATION BETWEEN ENDOTHELIN A RECEPTOR EXPRESSION AND MYOFIBROBLAST FORMATION IN KIDNEY FIBROSIS MODEL IN MICE WITH UNILATERAL URETERAL OBSTRUCTION

VALERIE HIRSY PUTRI, dr. Nur Arfian, Ph.D; dr. Santosa Budiharjo, M.Kes.,PA(K)

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Penyakit ginjal kronis adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Perkembangan penyakit ginjal dalam mayoritas pasien secara langsung berkorelasi dengan fibrosis ginjal, terutama tubulointerstitial fibrosis, yang ditandai dengan pembentukan myofibroblasts. ET-1 telah diketahui berperan dalam perkembangan ginjal fibrosis melalui ETAR dan ETBR. Peningkatan ETAR ekspresi dapat mengakibatkan eksaserbasi fibrosis ginjal. Tujuan: Untuk mengamati ekspresi dari endotelin reseptor tipe A (ETAR) dalam keadaan fibrosis ginjal serta mengobservasi korelasi antara ekspresi ETAR dan pembentukan myofibroblast. Metode: Desain studi ini adalah kuasi eksperimental post-test only control group. Subjek yang diamati adalah tikus usia 8-12 minggu dengan berat 40-50 gram yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok: SO, D7UUO, dan D14UUO. Kami mengamati ekspresi ETAR dengan menggunakan RT-PCR dan myofibroblast dengan pewarnaan immunohistochemistry menggunakan antibodi α-SMA. Hasil keduanya dianalisis menggunakan software ImageJ. Hasil: Ada peningkatan yang signifikan pada fraksi area myofibroblast antara setiap kelompok (P < 0,05). Perbedaan ekspresi ETAR antara masing-masing kelompok itu tidak signifikan (P > 0,05), tetapi perbedaan antara kelompok jadi dan D14UUO signifikan. Hasil tes korelasi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara fraksi area myofibroblast dan peningkatan ekspresi ETAR. Kesimpulan: Ada peningkatan dalam pembentukan myofibroblast antara setiap kelompok dan ada peningkatan dalam ekspresi ETAR setelah 14 hari UUO. Ada korelasi positif antara ekspresi ETAR dan pembentukan myofibroblast.

Latar belakang: Penyakit ginjal kronis adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Perkembangan penyakit ginjal dalam mayoritas pasien secara langsung berkorelasi dengan fibrosis ginjal, terutama tubulointerstitial fibrosis, yang ditandai dengan pembentukan myofibroblasts. ET-1 telah diketahui berperan dalam perkembangan ginjal fibrosis melalui ETAR dan ETBR. Peningkatan ETAR ekspresi dapat mengakibatkan eksaserbasi fibrosis ginjal. Tujuan: Untuk mengamati ekspresi dari endotelin reseptor tipe A (ETAR) dalam keadaan fibrosis ginjal serta mengobservasi korelasi antara ekspresi ETAR dan pembentukan myofibroblast. Metode: Desain studi ini adalah kuasi eksperimental post-test only control group. Subjek yang diamati adalah tikus usia 8-12 minggu dengan berat 40-50 gram yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok: SO, D7UUO, dan D14UUO. Kami mengamati ekspresi ETAR dengan menggunakan RT-PCR dan myofibroblast dengan pewarnaan immunohistochemistry menggunakan antibodi α-SMA. Hasil keduanya dianalisis menggunakan software ImageJ. Hasil: Ada peningkatan yang signifikan pada fraksi area myofibroblast antara setiap kelompok (P < 0,05). Perbedaan ekspresi ETAR antara masing-masing kelompok itu tidak signifikan (P > 0,05), tetapi perbedaan antara kelompok jadi dan D14UUO signifikan. Hasil tes korelasi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara fraksi area myofibroblast dan peningkatan ekspresi ETAR. Kesimpulan: Ada peningkatan dalam pembentukan myofibroblast antara setiap kelompok dan ada peningkatan dalam ekspresi ETAR setelah 14 hari UUO. Ada korelasi positif antara ekspresi ETAR dan pembentukan myofibroblast.

Kata Kunci : Chronic Kidney Disease, Myofibroblast, Endothelin A Receptor, Unilateral Ureteral Obtruction, Tubulointerstitial Fibrosis.