Laporkan Masalah

Hubungan Inisiasi Menyusu Dini, Pekerjaan Ibu, Pendidikan Ibu, dan Penghasilan Keluarga, terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif di Yogyakarta

MARIA EVARISTA K, dr. Mei Neni Sitaresmi,Ph.D,Sp.A(K); Prof.dr. Djauhar Ismail,MPH,Ph.D,Sp.A(K)

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Tingkat cakupan ASI eksklusif di Yogyakarta masih belum dapat mencapai target cakupan ASI eksklusif nasional sebesar 80%. Padahal, ASI eksklusif terbukti menurunkan mortalitas dan morbiditas bayi dengan mengurangi angka kasus infeksi dan malnutrisi, serta meningkatkan quality of life di kemudian hari. Perlu diambil langkah strategis sesuai dengan penyebab minimnya cakupan ASI eksklusif untuk mengatasi masalah yang ada. Tujuan: mengetahui hubungan antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, dan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan ASI eksklusif di Yogyakarta. Metode: penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu dengan anak usia 9-18 bulan yang tinggal di perkampungan kumuh di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner untuk mengetahui, status pekerjaan, pendidikan, penghasilan keluarga, dan status IMD, serta keberhasilan ASI eksklusif sebagai variable penelitian. Hasil yang didapat dianalisis dengan teknik Chi-Square. Hasil : hasil penelitian ditemukan cakupan menyusui eksklusif 6 bulan di populasi sampel sebesar 62% dan cakupan IMD pada populasi sampel sebesar 69%. Hasil analisis dengan Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu (p=0,147 OR(90%CI)=0,547(0,293-1,086)), pendidikan ibu (p=0,875 OR(90%CI)=1,055(0,580-1,873)), penghasilan keluarga (p=0,330 OR(90%CI)=1,372(0,726-2,594)), dan pelaksanaan IMD (p=1,088 OR(90%CI)=1,434(0,802-2,580)) dengan keberhasilan ASI eksklusif Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, dan pelaksanaan IMD dengan keberhasilan ASI eksklusif.

Background: The level of exclusive breastfeeding coverage in Yogyakarta has not reached the national target which is 80%. Exclusive breastfeeding has been proven to lower children mortality and morbidity by lowering the number of infection and malnutrition, and improving later quality of life. Strategic solution has to be developed based on the root of the problem. Objective: determinate the relationship between maternal job, maternal education, family income, and early breastfeeding initiation to the success of exclusive breastfeeding in Yogyakarta. Method: this research is an analytic observational study with cross-sectional design. The subjects were mothers who live together with their own children between 9 months – 18 months and live in slum area in Yogyakarta. This study uses questionnaire to determine maternal job, maternal education, family income, early breastfeeding initiation, and exclusive breastfeeding success as the research variables. The results were analyzed using Chi-square. Result : The study found the proportion of exclusive breastfed children was 62% and early initial breastfed children was 69%. Results of Chi-square analysis showed no significant relationship between maternal job (p=0,147 OR(90%CI)=0,547(0,293-1,086)), maternal education (p=0,875 OR(90%CI)=1,055(0,580-1,873)), family income (p=0,330 OR(90%CI)=1,372(0,726-2,594)), and early breastfeeding initiation (p=1,088 OR(90%CI)=1,434(0,802-2,580)) with the success of exclusive breastfeeding. Conclusion: There is no significant relationship between maternal job, maternal education, family income, and early breastfeeding initiation with the success of exclusive breastfeeding.

Kata Kunci : asi eksklusif, inisiasi menyusu dini

  1. S1-2016-335360-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335360-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335360-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335360-title.pdf