HUBUNGAN EKSPRESI mRNA CXCL12 DENGAN STATUS METASTASIS PADA KARSINOMA DUKTAL INFILTRATIF
VINCENT, dr. Didik Setyo Heriyanto, Ph.D, Sp.PA; dr. Rita Cempaka S, Sp.PA
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERKarsinoma payudara merupakan jenis karsinoma terbanyak pada wanita di dunia dan di Indonesia. Faktor-faktor penyebab kematian pasien dengan karsinoma payudara antara lain adanya metastasis dan rekurensi. SDF-1/CXCL12 adalah kemokin yang merupakan chemoattractant dan diketahui berperan penting dalam angiogenesis, karsinogenesis, dan berhubungan dengan metastasis karsinoma payudara serta dapat digunakan sebagai salah satu faktor prognosis. Peran ekspresi mRNA CXCL12 sebagai petanda prognosis pada karsinoma payudara, dimana salah satu faktornya adalah metastasis, masih menunjukkan kontroversi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ekspresi mRNA CXCL12 pada jaringan karsinoma payudara dengan status metastasis dan tanpa metastasis. Empat puluh enam blok parafin dari jaringan tumor dengan diagnosis histopatologi karsinoma duktal infiltratif, No Specific Type (NST), grade III dengan status metastasis dan tanpa metastasis digunakan dalam penelitian ini. Ekstraksi RNA dilakukan dari jaringan blok parafin, selanjutnya dilakukan reverse transcriptase PCR dengan random primer untuk mendapatkan cDNA. Ekspresi mRNA CXCL12 diukur secara kuantitatif dengan metode quantitave real time PCR dengan melibatkan house-keeping gene dan jaringan payudara normal untuk normalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CXCL12 terekspresi pada semua jaringan karsinoma baik dengan metastasis dan tanpa metastasis. Tingkat ekspresi mRNA CXCL12 pada jaringan karsinoma tanpa metastasis lebih tinggi dibanding dengan tingkat ekspresi mRNA CXCL12 pada yang metastasis, namun tidak bermakna secara statistik. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ekspresi mRNA CXCL12 pada karsinoma payudara yang metastasis dan tanpa metastasis. Kadar ekspresi CXCL12 pada karsinoma yang tanpa metastasis relatif lebih tinggi dibanding yang metastasis sehingga gen ini dapat dipertimbangkan sebagai faktor protektif metastasis dengan menurunkan kemotaksis.
Carcinoma of the breast is the most common carcinoma in women in the world and Indonesia. The factors that lead to death are due to the presence of metastasis and recurrency. SDF-1/CXCL12, a chemokine that is chemoattractant, is known to have important role in angiogenesis, carcinogenesis and related to the metastasis of carcinoma of the breast as well as it can be used as a prognostic factor. The role of SDF- 1/CXCL12 mRNA expression as a prognostic marker and metastatic factor in carcinoma of the breast is still controversial. This cross-sectional study is to investigate the mRNA expression of CXCL12 in carcinoma of the breast tissue related to the metastatic or non metastatic status. Forty six paraffin blocks from tumor tissue with histopathological diagnosis of invasive ductal carcinoma, NST, grade III with metastatic and non metastatic status, was used in this research. RNA extraction was performed from the parrafin blocks, subsequently reverse transcriptase PCR with random primer was performed to obtain cDNA. The mRNA expression of CXCL12 was quantified with quantitative real time PCR method, involving house-keeping gene and normal breast tissue were used for normalisation. The results showed that the mRNA expression of CXCL12 was expressed both in metastatic and non metastatic breast carcinoma. The mRNA expression of CXCL12 in non metastatic carcinoma was higher than those in metastatic carcinoma, however it was not significant statistically. There is no significant difference of mRNA expression of CXCL12 in non metastatic and metastatic carcinoma of the breast. The expression level of CXCL12 in non metastatic carcinoma is relatively higher compared to those with metastasis. Therefore this gene may be considered to be protective marker for metastasis by lowering chemotaxis.
Kata Kunci : CXCL12, Kanker Payudara, Karsinoma Duktal Infiltratif, SDF-1, CXCR4