PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT PROFESI DALAM MEMBERIKAN KONSELING SAAT SIMULASI PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL
LAILY ANNA D A S, dr. Shinta Prawitasari, M.Kes., Sp. OG (K); dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG; dr. Nuring Pangastuti, Sp.OG (K)
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Tindakan kekerasan pada perempuan adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan interpersonal pada seorang perempuan, dapat berupa kekerasan fisik, psikologis, maupun seksual. Kekerasan terhadap perempuan ditangani dengan melakukan skrining, pemeriksaan fisik, terapi medis, dan konseling.Pelatihan pada tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan serta kemampuan berkomunikasi dengan empati dalam melakukan konseling pada perempuan korban kekerasan seksual. Tujuan: Melihat pengaruh pelatihan terhadap kemampuan mahasiswa tingkat profesi memberikan konseling saat simulasi kepada perempuan korban kekerasan seksual. Metode: 20 subyek pada kelompok uji diberikan pelatihan penanganan kekerasan berdasar Modul Penanganan Medis Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak kemudian dilakukan simulasi atau role play yang dinilai dengan ceklis berdasarkan modul pelatihan dalam melakukan konseling. Rerata nilai dibandingkan dengan kelompok kontrol yang melakukan simulasi setelah mendapatkan brosur tentang modul penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test danregresi linear. Hasil:Nilai rata-rata hasil simulasi pada kelompok kontrol adalah 16,75 atau 64, 42 % dari nilai maksimal yang dapat dicapai. Rata-rata nilai simulasi pada kelompok ujiadalah 23,40 atau 90,00 % dari nilai maksimal yang dapat dicapai dengan p value <0,001 dan 95% CI (4,688-8,612). Kesimpulan: Pelatihan Modul Penanganan Kekerasan Pada Korban Kekerasan Perempuan dan Anak meningkatkan rerata nilai keterampilan mahasiswa tingkat profesi dalam melakukan konseling saat simulasi kepada perempuan korban kekerasan seksual.
Background: Violence against women can be done by people who has interpersonal relationship with women, it can be in form of physical violence, psychological violence, and sexual violence. Violence against women can be handled bydoing screening, physical examination, medical therapy and counseling. Training for healthcare provider is necessary to increase awareness, sensitivity, and skill to communicate with empathy in doing screening for violence against women. Aim: To see the effect of training to professional student's counseling skill in sexual violence victim while doing role play. Method: 20 subject ini test group were given a training of violence victim handring and then given a simulation or role play to measure the skill using checklist. Mean of the result is compared with control group who were given a brochure only about violence victim handling in women and children module. Independent sample t-test and linear regression is used to analyze the data. Result:Mean of the result in control group is 16,75 or 64,42% from the maximum value that can be achieved. Whereas in test group, mean of the simulation result is 23,40 or 90,00% from the maximum value that can be achieved with p-value <0,001 and 95% CI (4,688-8,612). Conclusion: Training of Violence Victim in women and children Handling increases student's clinical skill in doing counseling at simulation with sexual violence victim.
Kata Kunci : Kekerasan, Kekerasan seksual pada perempuan, pelatihan, keterampilan konseling