Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini terhadap Perkembangan Anak Umur 9-18 Bulan di Yogyakarta
IDA AYU ARI NARISA, dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K); Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, Sp.A(K)
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: keterlambatan perkembangan merupakan hal yang sering ditemui di masyarakat. Perkembangan memiliki kaitan yang erat dengan pertumbuhan. Salah satu faktor penentu terjadinya pertumbuhan adalah gizi. Asupan gizi yang penting bagi infant adalah air susu ibu (ASI). Pemberian ASI bagi anak dipengaruhi oleh pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) karena IMD bermanfaat untuk mendorong produksi ASI yang cukup bagi bayi. Selain itu, IMD juga dinilai dapat memperkuat hubungan psikologis antara ibu dan anak sehingga memberi dampak positif terhadap perkembangan anak. Tujuan: mengetahui hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan perkembangan anak usia 9-18 bulan di Yogyakarta. Metode: penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah anak usia 9-18 bulan yang tinggal di perkampungan kumuh di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner IMD (inisiasi menyusu dini) untuk mengetahui status IMD anak dan tes Denver II untuk mengetahui status perkembangan subjek. Hasil yang didapat dianalisis dengan teknik Chi-Square. Hasil : Sebesar 85,3% dari 163 sampel yang diteliti memiliki tingkat perkembangan normal dan sesuai dengan usianya. Pelaksanaan IMD di 6 wilayah puskesmas yang diteliti berada di angka 69,3%. Akan tetapi, hasil analisis dengan Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan IMD dengan status perkembangan anak p=0,862, OR=0,919 95%CI(0,355-2,379) Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara pelaksanaan IMD dengan status perkembangan anak.
Background: developmental delay is frequently encountered in the community. Development is strongly associated with growth. Nutrition is a key factors for growth. The most important nutrition source for infant is breast milk. Breastfeeding for children affected by the implementation of early breastfeeding initiation (IMD) as IMD is useful to encourage the production of enough milk for the baby. In addition, IMD also considered to help build a good psychological relationship between mother and the child which may give a positive effect on the child's development. Objective: determine the relationship between early breastfeeding initiation to the developmental status of children aged 9-18 months in Yogyakarta. Method: This research is an analytic observational study with cross - sectional design. The subjects were children aged 9-18 months who live in densely populated area in Yogyakarta. This study uses IMD questionnaire to determine the IMD status of the children and Denver II test to determine the developmental status of the subject. The results were analyzed using Chi-square. Result : This study found 85.3% out of 163 samples studied had normal development level. IMD implementation in 6 health centers studied stands at 69.3%. Results of Chi-square analysis showed no significant relationship between the implementation of IMD with children�s developmental status p = 0.862 , OR = 0.919 95 % CI (0.355 to 2.379). Conclusion: there is no significant relationship between the implementation of IMD with the developmental status of the children.
Kata Kunci : IMD, perkembangan anak