International Cooperation between Indonesia and South Korea for the Empowerment of Former Indonesian Women Migrant Workers
REZA AZHARI, S.H, Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, S.H., M.Si.; Susilo Andi Darma S.H., M.Hum.
2016 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian tesis hukum ini ditujukan sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar LL.M di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yang diperkuat dengan teknik wawancara dan observasi. Sejak 2004, Indonesia dan Korea Selatan telah melakukan kerjasama internasional dalam penempatan tenaga kerja Indonesia dalam skema G to G. Skema G to G ini bertujuan untuk mendorong pekerjaan yang layak dengan menghadirkan peran dari kedua negara. Dengan MOU 2013 terbaru, kedua negara setuju untuk membagi tanggung jawab dalam perlindungan tenaga kerja Indonesia, termasuk isu pemberdayaan. Upaya pemberdayaan dibutuhkan karena tenaga kerja wanita Indonesia rentan akan berbagai bentuk eksploitasi, perdagangan orang, dan kekerasan seksual. Namun tanggung jawab bersama ini tidak dilakukan dalam sebuah program kerja bersama, sehingga upaya pemberdayaan yang diberikan oleh Korea Selatan tidak dilanjutkan setelah mereka kembali ke daerah asalnya.
This legal thesis research is aimed as one of the requirements in obtaining the LL.M degree in the Faculty of Law Universitas Gadjah Mada. The research is using a normative approach strengthened by interview and observation techniques. Since 2004, Indonesia and South Korea have established international cooperation on the placement of Indonesian migrant workers in a G to G scheme. This G to G scheme aims to promote decent employment by presenting the role of both states. By the latest 2013 MOU, both states agree to share the responsibility of the protection of the Indonesian migrant workers, including empowerment issue. The empowerment effort is needed since the Indonesian women migrant workers are vulnerable from many forms of exploitation, trafficking and gender-based violence. However, the shared responsibility is not conducted in a joint working program, thus the empowerment efforts given by South Korea have not been continued subsequently after they return to their home origin.
Kata Kunci : International cooperation, Empowerment, Former Indonesian women migrant workers.