ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN DAN ARAHAN FUNGSI KAWASAN UNTUK TATAGUNA LAHAN DAS PRAFI KABUPATEN MANOKWARI
ERICH GOULAP, Dr. Senawi, M.P.;Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KehutananDaerah Aliran Sungai (DAS) Prafi merupakan salah satu DAS di wilayah Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat yang sejak era orde baru menjadi wilayah pengembangan pertanian dan perkebunan yang dipertegas dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Manokwari tahun 2009 2029. Kebijakan ini tentunya memberikan implikasi terhadap keberadaan dan kondisi DAS Prafi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan tata guna lahan yang ditinjau dari aspek biofisik lahan di DAS Prafi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kemampuan lahan dan arahan fungsi kawasan DAS Prafi (2) Menyusun arahan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan dan arahan fungsi kawasan (3) Menganalisis rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Manokwari di DAS Prafi berdasarkan aspek biofisik lahan. Penentuan arahan pengunaan lahan dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan yaitu evaluasi kemampuan lahan dan arahan fungsi kawasan. Evaluasi kemampuan lahan dilakukan melalui penilaian parameter-parameter yang menjadi faktor penghambat kemampuan lahan sedangkan arahan fungsi kawasan ditentukan berdasarkan SK Menteri Pertanian no.837 / Kpts / Um / 11/1980 dan no. 683/Kpts/Um/ 8 /1981. Hasil penelitian menunjukaan bahwa kawasan DAS Prafi terdiri dari kelas kemampuan lahan III, IV, V, VII dan VIII dengan kategori arahan fungsi masing-masing kawasan lindung, kawasan penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan dan semusim serta kawasan permukiman. Tingkat kesesuaian penggunaan lahan terhadap arahan penggunaan lahan menunjukkan 65,74 % (44.414,44 ha) tergolong sesuai, 16.454,42 ha (24,36 %) lahan dengan kategorikan tidak sesuai positif serta 9,90 % (6.688,83 ha) lahan tidak sesuai negatif. Dari 48.902,45 ha (72,39 %) kawasan yang berupa kawasan hutan lahan kering primer, 36.141,35 ha (53,50%) hutan tersebut direkomendasikan untuk tetap dipertahan sebagai kawasan hutan dengan fungsi lindung, 18,89 % (12.761,10 ha) yang tergolong kesesuaian penggunaan lahan tidak sesuai positif selanjutnya direkomendasikan dapat diubah bentuk penggunaanya. Analisis terhadap Rencana Pola Ruang dalam RTRW Kabupaten Manokwari menunjukkan bahwa 55 % lahan merupakan lahan dengan peruntukkan yang sesuai dengan arahan penggunaan lahan sementara 14,44% lahan dengan peruntukkan tidak sesuai dengan arahan penggunaan lahan dikategorikan sebagai peruntukan lahan yang bersifat positif.
Prafi Watershed is one of watersheds in the Regency of Manokwari, West Papua Province that since the New Order era has become the area of agriculture and plantation development and reinforced in the Spatial Plan of Manokwari Regency 2009-2029. This policy certainly implies the existence and condition of the Prafi watershed. It is necessary for research related to land use in terms of biophysical aspects of land in this area. The purpose of this study are (1) to analyze the suitability of land use based on land capability and directives of function area of Prafi watershed (2) prepare the direction of land use in accordance with land capability and directives of function area of Prafi watershed (3) to analyze the spatial pattern plan in the Spatial Plan Manokwari Regency in DAS Prafi based on biophysical aspects. Determining the direction of land use is done by using two approaches, evaluating the capability of the land and the directives of function area. Evaluation the capability of land is done by assessing the parameters of factors that inhibit the ability of the land while directives of function area are determined based on regulation of the Minister of Agriculture no. 837 / Kpts / Um / 11/1980 and no. 683 / Kpts / Um / 8/1981. The results showed that the Prafi watershed areas consists of land capability class III, IV, V, VII and VIII by category land function are protected area, buffer area, the area of cultivation of crops and seasonal as well as residential areas. The level of suitability of land use on the direction of landuse showed 65.74% (44414.44 ha) categorized as appropriate, 16454.42 ha (24.36%) categorized land with not suitable positive and 9.90% (6688.83 ha) of land not suitable negative. 48902.45 ha (72.39%) of the area in the form of primary dry land forest, about 36141.35 ha (53.50%) of the forest is recommended to keep as forests with protection functions, 18.89% (12 761, 10 ha) is classified as not suitable positive can be transformed its use to other landuse form. Spatial pattern analysis showed that 55% or 37153.96 ha of land with the designation in accordance with the direction of land use while 14.44% (9.751,56 ha) land with the designation not suitable with the directives land use categorized as a positive land use.
Kata Kunci : Prafi, Kemampuan Lahan, Daerah Aliran Sungai, LCLP, Penggunaan Lahan