Study kelayakan pengadaan peralatan bongkar muat-peti kemas Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
WIBOWO, Yoki Hendri, Drs. Agus Achyari, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenDalam rangka penataan terminal petikemas dan sejalan dengan tingkat pertumbuhan kebutuhan atas jasa pelayanan Bongkar-Muat Peti Kemas di Pelabuhan Banjarmasin dan untuk mengantisipasi perkembangan arus barang dan petikemas yang cukup pesat serta upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, saat ini Pelabuhan Banjarmasin berencana untuk melakukan investasi alat Bongkar/Muat Peti Kemas berupa 2 unit RTG (Rubber Tyred Gantry) Crane. Rencana investasi ini muncul karena fasilitas peralatan terminal petikemas yang tersedia masih sangat minim sehingga menjadi salah satu kendala dalam pelayanan bongkar muat petikemas. Keadaan tersebut membuat Penulis tertarik untuk meneliti apakah investasi peralatan tersebut memang perlu dan layak untu dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif alternatif karena penelitian ini merupakan studi kelayakan pada suatu perusahaan dan menganalisa kasus tersebut dengan menggunakan pengujian dan perhitungan berdasarkan teori-teori yang ada. Dari data-data yang ada menunjukkan bahwa kapasitas peralatan untuk pelayanan jasa bongkar muat petikemas khususnya gerakan lift on/lift off yang ada saat ini dengan menggunakan super stacker telah mencapai 65% dari kapasitas maksimum disamping kondisi peralatan., yang cukup tua dan sering mengalami kerusakan, sehingga dan analisa kebutuhan peralatan menunjukkan bahwa saat ini memang perlu penambahan 1 unit peralatan RTG. Berdasarkan hasil analisa penilaian kelayakan investasi yang telah dilakukan dengan menggunakan metode penilaian investasi Net Present Value, dan Payback Period serta beberapa alternatif pendanaan yaitu alternatif 1 : 100 % modal sendiri; altematif 2 : 70 % modal sendiri, 30 % pinjaman; dan alternatif 3 : 50 % modal sendiri, 50 % pinjaman, dengan asumsi discount factors sebesar 12%,15%, 18% dan 20%, bahwa invetasi tersebut memenuhi nilai-nilai yang disyaratkan dan "layak" untuk dilaksanakan. Dengan investasi peralatan tersebut diharapkan kinerja pelayanan jasa bongkar muat petikemas di Pelabuhan Banjarmasin khususnya untuk gerakan lift on/lift off akan meningkat sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan pada pengguna jasa serta peningkatan pendapatan Pelabuhan.
In order to make better arrangement of container port and to relate to growing requirement level of container loading-unloading in Banjarmasin Port, to anticipate the rapid growth of goods and containers flow, and to enhance the services to the customers, nowadays Banjarmasin Port has a plan to do an investment in container loading-unloading instruments in the form of 2 units of Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane. The investment plan comes into existence due to limited and minimal facilities available in the port, resulting in hindering the service of container loading-unloading. The condition makes the author to become interested to study whether the investment of the instruments is really needed and feasible to be realized or not. Quantitative approach is used for the present study because it is a form of feasibility research in a company and it endeavors to analyze the case by making some examination and calculations based on the existing theories. The data obtained show that the capacity of the instruments for container loading-unloading services, especially lift on/lift of movement with Super Stacker, has achieved 65 % of their maximum capacity, besides the age of the instruments is also relatively old and often experience troubles, so, from the requirements analysis, it is shown that, for the current time, 2 additional RTG instruments are required. Based on the analysis of evaluation of investment feasibility, carried out with the Net Present Value, and Payback Period, and some funding alternatives, i.e., alternative 1: 100% of self-capital; alternative 2: 70% of self-capital; and alternative 3: 50% of self-capital, 50% from loan, assuming that the discount factor is 12%, 15%, 18%, and 20%, respectively, it is evident that the investment meets the required values and "is feasible" to perform. With the instruments investment, it is hoped that the performance of loading-unloading services in Banjarmasin Port, especially for lift on/lift of movements, would increase so this will have an impact on the improvement of services for the customers and the increase of Port revenue.
Kata Kunci : Manajemen Persediaan Barang,Peralatan Bongkar Muat Peti Kemas