Laporkan Masalah

DAMPAK EKOLOGI BANDAR UDARA KULON PROGO, YOGYAKARTA : KAJIAN KEBUTUHAN ENERGI

SRI MULYANI, ST, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T.,I.A.I ; Dr. Deendarlianto, S.T., M.Eng

2016 | Tesis | S2 TEKNIK SISTEM

Kapasitas Bandar Udara Internasional Adisutjipto sudah mulai dirasakan tidak layak sejak tahun 2003. Bandara Internasional Adisutjipto memiliki kapasitas 0,9 juta penumpang pertahun, namun dapat dilihat dari tahun 2003 loncakan penumpang sudah terhitung melampaui kapasitas bandar udara ini. Hingga tahun 2011 peningkatan jumlah penumpang semakin tinggi hingga menembus 4 juta penumpang, karena status bandara yang enclave civil (Bandar udara sipil dalam kawasan militer) menyebabkan bandar udara Adisutjipto tidak dapat memperluas bangunan terminalnya. Penelitian ini memuat dampak secara Ekologi pada pembangunan Bandara di Kulon Progo, dampak ekolgi mencakup Site FAR, Mobility, Emisi CO2 dari bahan material bangunan dan Avtur yang di hasilkan pesawat dan Energi Listrik dengan menggunakan Software UMI. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Pembangunan Bandara Kulon Progo mempunyai site FAR sebesar 0,16 dengan luas tanah 637 hektar. Kebutuhan Energi Listrik tertinggi terjadi bulan ke-8 pada gedung Area pengembangan Fasilitas sebesar 5441139,33 kWh. Kandungan Emisi CO2 tertinggi di miliki oleh gedung ATC Lantai 2 dengankadar CO2 679,77 KgCO2 /m2 sedangkan pada pesawat terbang Emisi CO2 terbesar terjadi pada saat posisi pesawat sedang Climbing yaitu sebesar 177,5 g/kg.

Capacity Adisucipto International Airport is already being felt unworthy since 2003. Adisucipto International Airport has a capacity of 0.9 million passengers per year, but can be seen from 2003 loncakan passengers already counted beyond the capacity of this airport. Until 2011 the higher increase in the number of passengers to penetrate 4 million passengers, because the status of the enclave civil airports (airports civilians in military area) causes Adisucipto airport can not expand the terminal building. This study contains Ecology impact on service development in Kulon Progo, ekolgi impacts include FAR Site, Mobility, CO2 emissions from building materials and Avtur that produced the best and Electrical Energy by using Software UMI. The results of this study indicate that the construction of Kulon Progo service has a FAR of 0.16 site with a land area of 637 hectares. Electrical Energy Needs highest month-on-8 on the building development area of 5,441,139.33 kWh amenities. The content of the highest CO2 emissions in the building owned by ATC Level 2 679.77 kgCO2 dengankadar CO2 / m2, while the largest aircraft CO2 emissions occur when the aircraft was climbing positions in the amount of 177.5 g / kg.

Kata Kunci : Energi, ekologi,dampak.bandar udara, kulon progo