PERENCANAAN JARINGAN KERJA PADA INDUSTRI MOULDING DI INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU JATI CEPU
UMIYATI , Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndustri moulding dapat menghasilkan berbagai macam produk. Perencanaan jaringan kerja yang tepat dapat meningkatkan efisiensi. Perencanaan jaringan kerja akan memberikan gambaran mengenai hubungan antar kegiatan yang telah diidentifikasi melalui beberapa pertimbangan antara lain waktu, sumberdaya, dan biaya yang efisien. Perencanaan jaringan kerja dapat dijadikan untuk pengambilan keputusan dan sebagai alat pengawasan dalam suatu proses produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengindentifikasi komponen kegiatan produksi housing component; (2) mengetahui alokasi waktu, sumberdaya dan biaya; (3)merumuskan jaringan kerja; (4) mengetahui penghematan biaya produksi housing component. Identifikasi komponen kegiatan dengan metode deskriptif. Untuk mengetahui alokasi waktu mengunakan metode time study. Analisis jaringan kerja menggunakan critical path method (CPM). Penghematan biaya produksi dianalisis dengan cara membandingkan biaya produksi dengan dan tanpa critical path method (CPM). Hasil penelitian ini yaitu (1) komponen kegiatan proses produksi terdiri dari pengangkutan kayu dari tempat penimbunan kayu (TPK) ke penggergajian, pengergajian kayu, pengeringan kayu untuk sortimen housing component; (2) waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses produksi housing homponent sebesar 15,52 m3 adalah 103 hari (3) terdapat dua jalur kritis yaitu pada pembuatan pintu dan kusen jendela; (4) perbandingan total biaya produksi tanpa mengunakan analisis CPM adalah Rp 41.889.806/m3, menggunakan analisis CPM adalah Rp 32.524.799/m3. Penghematan biaya dengan menggunakan analisis CPM sebesar Rp 9.365.006/m3.
Moulding industry can produce a wide variety of products. The right network planning can improve efficiency. Network planning will provide an overview of the activities relations which have identified through some consideration, such as time, resources and cost. Network planning can be used for decision making and controlling tool of the production process. The purpose of this study are (1) to identify the work elements of the housing component; (2) to determine the allocation of time, resources and money; (3) to formulate networks in production process; (4) to determine the housing component of savings cost production. To identify the work elements of the housing component used deskriptive method. To find out the allocation of time used the time study method. To analyze of network planning used the critical path method (CPM). The production savings cost is analyzed by comparing between production costs with and whitout critical path method (CPM). The results of this research are (1) the component of production activity such as the transport of logs from the landfill (TPK) to sawmill, sawmills, wood drying to sortimen of housing componen; (2) required time to complete all production process of the housing component as much 15,52 m3 is 103 days; (3) there are two critical paths, namely the manufacture of door and window frames; (4) comparison of the total production cost without CPM is Rp 41.889.806/m3 and with CPM is Rp 32.524.799/m3. This, the saving cost is Rp 9.365.006/m3 with CPM.
Kata Kunci : housing component, penghematan biaya, critical path method, perencanaan jaringan kerja