Minat Menjadi Migran Permanen di Yogyakarta (Kasus Mahasiswa Asal NTT Anggota KESA)
EDWARDUS I. GOMA, Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si; Dr. Umi Listyaningsih, M.Si
2016 | Tesis | S2 KependudukanDisparitas pembangunan antar dua wilayah termasuk disparitas pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan migrasi ke Yogyakarta. Minat menjadi migran permanen akan berdampak positif dan negatif, baik bagi daerah tujuan maupun bagi daerah asal. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dengan responden mahasiswa asal NTT anggota KESA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi: (1) minat mahasiswa asal NTT anggota KESA menjadi migran permanen di Yogyakarta menurut karakteristik migran; (2) minat mahasiswa asal NTT anggota KESA menjadi migran permanen di Yogyakarta menurut valuasi potensi wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan mengunakan metode survei terhadap 43 orang dan wawancara mendalam dengan tujuh orang. Data yang dikumpulkan disajikan dalam bentuk: (1) deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi tunggal dan tabel silang, dan (2) analisis kualitatif untuk memperkuat atau mendukung penelitian kuantitatif. Hasil penelitina menunjukkan bahwa minat mahasiswa asal NTT anggota KESA menjadi migran permanen dilihat karakteristik migran yaitu jenis kelamin, lama tinggal dan keberadaan keluarga terdahulu diketahui bahwa: (1) sebagian besar mahasiswa asal NTT anggota KESA yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta berjenis kelamin laki-laki; (2) sebagian besar mahasiswa asal NTT anggota KESA yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta memiliki keluarga terdahulu di Yogyakarta; (3) sebagian besar migran yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta telah tinggal di Yogyakarta ≥ 3 tahun. Sedangkan dari aspek valuasi potensi wilayah Yogyakarta dan wilayah NTT diketahui bahwa sebagian besar migran yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta menilai potensi wilayah Yogyakarta lebih baik daripada potensi wilayah NTT.
Disparity in development between the two regions including development disparities in education is one of the factors that cause students to migrate to Yogyakarta. The Interest in becoming permanent migrant will have a positive and negative, both for the region and for the purpose of local origin. This research was conducted in Yogyakarta with student respondents from NTT members of KESA. This study aims to identify: (1) the interest of students from NTT members of KESA in becoming permanent migrant in Yogyakarta according to the characteristics of migrant; (2) the interest of students from NTT members of KESA in becoming permanent migrant in Yogyakarta according to the valuation potential of the region. The method used is the mix method using the method of a survey of 43 people and in-depth interviews with seven people. The data collected is presented in the form: (1) descriptive using a single frequency tables and cross tables, and (2) qualitative analysis to strengthen or support quantitative research. The results showed that the interest student from NTT members of KESA in becomeing permanent migrant see the characteristics of migrant namely sex, length of stay and whereabouts known that the previous family (1) most of the students from NTT members of KESA interest in becoming permanent migrant in Yogyakarta male sex; (2) most of the students from NTT members of KESA interest in becoming permanent migrant in Yogyakarta have a family earlier in Yogyakarta; (3) most migrants the interest in becoming permanent migrants in Yogyakarta has been living in Yogyakarta ≥ 3 years. While aspects of the valuation of the potential of the Yogyakarta region and NTT it is known that the majority of migrants are interest in becoming permanent migrant in Yogyakarta assess the potential of the Yogyakarta region is better than the potential of NTT.
Kata Kunci : Potensi wilayah, Migran Permanen, KESA