PENGARUH PENERAPAN PEDOMAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KELUARGA PADA REMAJA DENGAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN
I GUSTI AYU PRAMITARESTHI, dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG (K) ; Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes
2016 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Kehamilan tidak diinginkan (KTD) merupakan suatu kondisi pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan. Angka kehamilan pada remaja cukup tinggi di Indonesia. Remaja membutuhkan dukungan keluarga dalam mengatasi masalah KTD. Dukungan keluarga mencakup kriteria fungsi keluarga (kedekatan, flexibilitas dan komunikasi), yang belum sepenuhnya terpenuhi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pedoman dukungan keluarga terhadap peningkatan fungsi keluarga pada remaja yang mengalami KTD. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pretest and posttest nonequivalent control groups design. Penelitian dilakukan di Kita sayang Remaja Youth Clinic (KYC) Provinsi Bali. Subjek dalam penelitian adalah remaja KTD yang datang bersama orangtuanya. Penentuan sampel menggunakan metode consecutive sampling untuk menentukan jumlah sampel sebanyak 56 responden, kemudian metode random allocation untuk membagi menjadi dua kelompok, yaitu 28 orang kelompok perlakuan dan 28 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan dan kontrol serta uji Wilcoxon untuk mengetahui adanya perubahan fungsi keluarga pada remaja yang mengalami KTD sebelum dan setelah mendapat perlakuan. Hasil Penelitian: Ada perubahan fungsi keluarga yang signifikan pada remaja yang mengalami KTD setelah mendapat pendampingan dengan pedoman dukungan keluarga (p<0,05). Kesimpulan: Penerapan pedoman dukungan keluarga dapat meningkatkan fungsi keluarga pada remaja yang mengalami KTD.
Background: Unwanted pregnancy is a condition when a couple does not want the birth of a pregnancy. Adolescents pregnancy rates are quite high in Indonesia. Adolescents need supports from their family to overcome unwanted pregnancy problems. Family support must meet the criteria of family functions (cohesion, flexibility, and communication), which is poorly addreassed. Objective: This study were to determine the effect of family support guidelines application to increased the family function in adolescents with unwanted pregnancy. Methods: This study used quasi experiment with pretest and posttest nonequivalent control groups design. The study was conducted in Kita Sayang Remaja Youth Clinic (KYC) Bali Province. The subjects in this study were adolescents with unwanted pregnancy who came with her parents. Consecutive Sampling was used to determine the total sample of 56 respondents, then the randomize allocation was conducted to divide into two groups: 28 people of intervention group and 28 people of control group. Collecting data used the questionnaires. Analysis used Mann Whitney test to evaluate the difference between intervention and control group and Wilcoxon test to determine the family function changes in adolescents with unwanted pregnancy after intervention. Result: This study showed significantly of the family function changes in adolescents with unwanted pregnancy after received assistances with family support guidelines (p < 0,05). Conclusion: Application of family support guidelines can improve family function in adolescents who experience unwanted pregnancy.
Kata Kunci : kehamilan tidak diinginkan, pedoman dukungan keluarga, fungsi keluarga/unwanted pregnancy,family support guidelines,family function