Pengaruh Paparan Oplosan pada Bangkai Tikus terhadap Pertumbuhan Larva Lalat untuk Perkiraan Post Mortem Interval
YUFI KARTIKA ASTARI, dr. Yudha N, Sp.F.,Ph.D. ; Dr. drh. Sitti Rahmah U, S.U.
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Kematian karena minuman keras (miras) oplosan menjadi fenomena baru penyalahgunaan alkohol di Indonesia. Penemuan jasad korban akibat miras oplosan memerlukan identifikasi penyebab kematian dan Post Mortem Interval (PMI). Lalat, dapat digunakan untuk memperkiraan PMI namun sangat dipengaruhi oleh keadaan geografis, suhu, dan obat-obatan. Oleh karena itu diperlukan penelitian entomologi forensik dengan kasus oplosan di daerah tertentu. Tujuan: Membandingkan genus, urutan kedatangan, panjang dan berat larva lalat pada bangkai tikus yang terpapar oplosan dengan tikus kontrol. Metode: Metode penelitian ini adalah eksperimental kohort yang membandingkan larva kelompok oplosan dengan kontrol. Hasil: Genus larva lalat pada bangkai kontrol yaitu Chrysomya sp., Sarophaga sp., Calliphora sp., sedangkan pada bangkai yang terpapar oplosan ditemukan larva Chrysomya sp., Sarcophaga sp., Calliphora sp., Phormia sp., Auchmeromyia sp., dan Stomoxys sp. Urutan kedatangan lalat pada bangkai kontrol adalah Chrysomya sp., Calliphora sp., Sarcophaga sp. pada hari 3. Urutan kedatangan lalat pada oplosan adalah Calliphora sp., Chrysomya sp., Sarcophaga sp., pada hari 3, Phormia sp. dan Auchmeromyia sp. pada hari 6-8 dan Stomoxys sp. pada hari 12. Terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata panjang larva Chrysomya sp. pada hari 3, panjang dan berat larva Calliphora sp. pada hari 5, berat larva Sarcophaga sp. pada hari 5, serta panjang dan berat larva Auchmeromyia sp. pada hari 11. Kesimpulan: Terdapat perbedaan genus dan urutan kedatangan lalat antara bangkai tikus oplosan dan kontrol. Larva pada bangkai tikus terpapar oplosan lebih pendek dan ringan dibandingkan dengan kontrol.
Background: Death from counterfeit alcohol poisoning is a new alcohol-abuse phenomenon in Indonesia. The bodies of the victims of counterfeit alcohol poisoning needs to be identified for the cause of death and Post Mortem Interval (PMI). Flies can be used to estimate PMI but it is also greatly influenced by the geographic condition, temperature, and drugs. Therefore, forensic entomology research is needed for counterfeit alcohol cases in particular area. Purpose: To compare the genus, sequence of arrival of flies, and larvae length and weight between rats that were exposed to counterfeit alcohol and control rats. Methods: This study is using experimental cohort design comparing rats exposed with counterfeit alcohol and control rats. Result: The genus of fly larvae found on control rats corpse were Chrysomya sp., Sarophaga sp., Calliphora sp., whereas on the counterfeit alcohol exposed rats corpse the genus of flies found were Chrysomya sp., Sarcophaga sp., Calliphora sp., Phormia sp., Auchmeromyia sp., and Stomoxys sp. The sequence of flies arrival on control was Chrysomya sp., Calliphora sp., Sarcophaga sp. at day 3. The sequence of flies arrival on counterfeit alcohol exposed rats corpse was Calliphora sp., Chrysomya sp., Sarcophaga sp., at day 3, Phormia sp. and Auchmeromyia sp. at day 6-8, and Stomoxys sp. at day 12. There are statistically significant difference in means between control and counterfeit alcohol on Chrysomya sp. larvae length at day 3, Calliphora sp. larva length and weight at day 5, Sarcophaga sp. larvae weight at day 5, and Auchmeromyia sp. larva length and weight at day 11. Conclusions: There have been differences in the flies genus and the sequence of arrival between counterfeit alcohol exposed rats and control rats. Larvae of the counterfeit alcohol rats were shorter in length and lighter in weight compared to control rats.
Kata Kunci : Larva lalat, Oplosan, Post Mortem Interval